Umum

Umum
Image

Selasa, 21 Desember 2010

Sejarah Kemunculan Hermeneutik

Reaksi:>> 
A. Sejarah Kemunculan Hermeneutik Dan Perkembangannya
a. Kemunculan hermeneotik dari tradisi teologi kristen
Kemunculan Hermeneutik pada enesklopedia Britannica edisi 15 yanng terbit tahun 1985 M menyatakan “Hermeneutik adalah kajian tentang kaedah-kaedah umum untuk menafsirkan bibel, dan tujuan utama dari Hermeneutika dan metode-metode takwil yahudi dan nasrani sepanjang sejarahnya adalah untuk menyingkap kebenaran dan nilai dari bibel.
Berpijak dari pendapat di atas bahwa kemunculan hermeneotil di barat berhubungan secara mendasar dengan problem yang dihadapi oleh umat kristiani dalam memahami kitab sucinya. Konsep ini lahir dari teologi kristen didalam tembok greja.khususnya jika kita mengetahui kesulitan-kesuslitaan dan masalah-masalah yang dihadapi oleh umat kristiani yang berusaha memberikan penafsiran kepada injil yang berada pada minstream yang secara resmi dianut oleh kaum plendeta.
Masyarakat kristen sudah lama diterpa problem hermeneutis diantaranya sebagai berikut:
1. Penetapan ijil yang dinukil secara verbal kepada mereka kedalam korpus tertulis.
2. Terbentuknya kumpulan syariat langit dan pada waktu yang sama menjelaskan hubungan antara perjanian lama (PL) dan perjanjian baru (PB).
3. Membentuk doktrin-doktrin primer dengan bantuan pemahaman-pemahaman filsafat Yunani Kuno.
Sejumlah peneliti hermeneutik memberikan sinyal bahwa pemahaman teks keagamaan kristen pada dasarnya adalah yang menyebabkan tumbuhnya hermeneutik atauj ilmu takwil. Dari motif jengang pembahasaan yang jauh dan makna kalimat asli peletakannya untuk makna yang dituju pada masa dahulu. Begitu juga adanya makna yang samar di balik, makna yang sekilas dan tanpak jelas. Kemudian para ilmuan barat membuka pintu menyambut hermeneutik dan mengembangkan pemahamannya dari ranah teologi, hermeneutika lalu menambah bidang yang lebih luas yang mencakup semua bidang ilmu pengetahuan termasuk di dalamnyha adalah sastra.
Kaitannya dengan wahyu ke tuhanan menurut kristen sangatlah tidak cocok dengan pandangan islam, oleh karena itu tidak ada faktor-faktor atau alasan-alasan dalam lingkungan islam untuk menerapkan hermeneutika yang ada dibarat. Sebab al-Qur’an di liputi kesucian khusus yang dianggap sebagai sifat Ilahiah selama selama itu adalah Kalam Allah yang bukan mahluk.
Surat Al-Qiyamah : 17-19
al-Haqqah 43-47
metode- metode tafsir bibel dalam tradisi yahudi dan kristen seperti terungkap dalam Enisklopedika Britancia dibagi menjadi 4 macam:
1. Tafsir literal
Dalam metode ini mkana yang dikejar adalah makna kosa kata, kalimat, struktur kaidah teks, sebagai mana ini juga mengakui setiap kalimat yang ada didalam bibel mengandung makna langit yang terismpan didalamnya
2. Tafsikr moralis
3. Tafsikr kiasan
4. Tafsikr mistik ifrani

Pendidikan_Zakaria_aziz85: Arah Baru Studi Hukum Islam di Indonesia

Reaksi:>> 
Arah Baru Studi Hukum Islam di Indonesia

Pendidikan_Zakaria_aziz85: Arah Baru Studi Hukum Islam di Indonesia

Reaksi:>> 
Pendidikan_Zakaria_aziz85: Arah Baru Studi Hukum Islam di Indonesia

Arah Baru Studi Hukum Islam di Indonesia

Reaksi:>> 
Arah Baru Studi Hukum Islam di Indonesia


H. Akh. Minhaji
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad

H. Akh. Minhaji, Pembantu Rektor I IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, alumnis Ph.D dalam bidang Sejarah Hukum Islam di McGill University, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, mahasiswa Program Pascasarjana University of Malaya (Malaysia), penulis buku Relasi Islam dan Negara (2001), Islam Historis (2002), dan Satu Dasawarsa The Clash of Civilizations (2003)


Ada dugaan kuat, basis historis-epistemologis ilmu hukum Islam masih belum menemukan bentuk yang mapan sehingga tradisi pembelajaran hukum Islam di lingkungan IAIN/STAIN masih terkesan seperti di pesantren. Diakui bahwa di beberapa IAIN tertentu, telah mengalami perubahan yang agak signifikan, namun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa studi hukum Islam yang bersifat teologis-normatif-deduktif masih mendominasi tradisi permbelajaran disiplin ilmu ini.
Tulisan ini berupaya membahas pembidangan keilmuan agama Islam khususnya bidang studi hukum Islam yang diharapkan dapat dikembangkan di IAIN/STAIN. Untuk itu, kajian ini diawali dengan membahas pembidangan ilmu hukum Islam yang pernah diajarkan di IAIN/STAIN. Selanjutnya, secara telegrafik, tulisan ini akan mengkaji secara singkat tradisi pembelajaran hukum Islam di Indonesia. Dari gambaran singkat ini diharapkan dapat menggambarkan bahwa hukum Islam merupakan bagian dari studi yang sangat diminati oleh umat Islam di Indonesia. Pada tahap berikutnya, studi ini akan memberikan beberapa pandangan awal dalam rangka pengembangan studi hukum Islam di lingkungan IAIN/STAIN; kemudian diakhiri dengan beberapa kesimpulan penting.

Pembidangan Ilmu Hukum Islam dan Pranata Sosial:
Beberapa Persoalan Mendasar
Dalam sebuah tulisan yang lain, kami telah menegaskan bahwa pembidangan ilmu agama Islam yang pernah dikeluarkan oleh LIPI ternyata tidak mampu memaksimalkan potensi lulusan IAIN/STAIN sebagai ilmuwan agama yang dapat bersaing dalam kehidupan sekarang ini. Hal ini, dipicu oleh beberapa hal yang mungkin saja dialami oleh seluruh lembaga perguruan tinggi agama Islam, yaitu: pembidangan keilmuan yang digagas oleh LIPI telah menyebabkan studi Islam di Indonesia masih bergelut dalam aspek-aspek normatif-deduktif-klasik. Di samping itu, kewenangan (baca: inisiatif) IAIN/STAIN untuk mengembangkan ilmu-ilmu yang bersifat hasil ilmu agama masih sering dipicu oleh perdebatan tentang dikhotomi ilmu agama dan ilmu sekular. Akibatnya, perkembangan studi Islam di IAIN/STAIN hanya mengusung terma dan isu klasik, tanpa sedikitpun menyentuh hal-hal kontemporer yang 뱈embumi.”
Hal ini juga terjadi dalam kajian hukum Islam, di mana pembidangan oleh LIPI masih dapat dikatakan tumpang tindih dan sulit didekatkan dengan ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang tergolong mapan. Untuk membuktikan asumsi ini, berikut ini dikemukakan pembidangan hukum Islam dan pranata sosial:

Pembidangan Ilmu Hukum Islam Dan Pranata Sosial
No. Bidang Wilayah Kajian
1. Ushul Fiqh i. Ushul Fiqh Mazhab-Mazhab
ii. Perbandingan Mazhab-Mazhab Ushul Fiqh
iii. Qawaid Fiqhiyyah
iv. Filsafat Hukum Islam
v. Perkembangan Modern/Pembaharuan dalam Bidang Ushul Fiqh
2. Fiqh Islam i. Ilmu Fiqh
ii. Tarikh Tasyri‘
iii. Mazhab-Mazhab Fiqh
iv. Perbandingan Mazhab-Mazhab Fiqh
v. Masail Fiqhiyyah
vi. Al-Murafaat/Acara Peradilan Agama
vii. Perkembangan Modern/Pembaharuan dalam Bidang Fiqh
3. Pranata Sosial i. Fiqh Munakahat di Indonesia
ii. Fiqh Mu‘amalat
iii. Fiqh Siyasah
iv. Fiqh Ibadah
v. Fiqh Ekonomi
vi. Fiqh Kepolisian
vii. Peradilan Islam
viii. Peradilan Agama di Indonesia
ix. Lembaga-Lembaga Kemasyarakat Islam
4. Ilmu Falak dan Hisab i. Kosmologi dan Kosmogini
ii. Susunan antar Planet
iii. Ilmu Falak Optik
iv. Sejarah Ilmu Falak
v. Cara menghitung Ilmu Falak

Harus diakui pembidangan keilmuan hukum Islam di atas masih menyisakan beberapa persoalan. Pertama, masing-masing bidang di atas tidak memberikan suatu basis epistemologis yang jelas. Hal ini disebabkan bidang keilmuan tersebut hampir sama, jika tidak boleh dikatakan serupa. Hal ini dapat dilihat dari empat bidang di atas masih terkesan seolah-olah mahasiswa dipaksa menjadi 밽enerasi penghafal_ terhadap masing-masing sub-bidang keilmuan. Dalam hal ini, yang patut dipertanyakan adalah apakah betul demikian bidang keilmuan hukum Islam, jangan-jangan hal tersebut mengikut pola penulisan kitab kuning yang menjadi bahan ajar di pesantren.
Kedua, bidang keilmuan di atas masing-masing menunjukkan kesenjangan antara apa yang seharusnya diketahui, dikuasai, dan diterapkan dalam kehidupan mahasiswa. Dalam hal ini, jika pembidangan di atas hanya untuk sekadar memperkenalkan atau 밶gar mahasiswa mengetahui_, maka hal ini merupakan suatu 뱆ecelakaan_ dalam bidang kajian hukum Islam. Tanpa mempersalahkan kompetensi pengajar, tampak mahasiswa merasa ogah untuk mendalami hukum Islam, disebabkan oleh ketidakmengertian mereka di mana 뱆easyikan_ ilmu tersebut. Bagi sebagian mahasiswa, bidang yang ditawarkan dalam kajian hukum Islam masih sebatas what should we know and obey, bukan ‘how’ dan ‘why’. Kedua pertanyaan terakhir inilah yang jarang sekali tampak dalam sistem pembelajaran kajian hukum Islam. Sebab, jika dimulai dengan dua pertanyaan tersebut, maka kajian hukum Islam akan masuk ke ranah epistemologi (howness), dan aksiologi (whyness) yang tidak jarang, mempertemukan kajian hukum Islam dengan ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
Ketiga, bidang keilmuan di atas dapat dikatakan masih sangat luas dan dipetakan melalui rangkaian keilmuan yang rancu. Tegasnya, jika seseorang ingin mempelajari fiqh, maka secara old fashion akan bertemu dengan ushul fiqh seterusnya melalui berbagai pendekatan akan memulai suatu penjelajahan terhadap berbagai persoalan fiqh itu sendiri. Maksudnya, peta kajian yang hendak dikaji masih bersifat mengulang-ulang dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh, kajian hukum Islam adalah mempelajari pendapat-pendapat ulama tentang berbagai persoalan yang terkadang sulit didalami oleh mahasiswa yang kurang memahami bahasa asing, terutama Arab gundul. Qaidah-qaidah fiqh dan qaidah-qidah ushul yang semula dirumuskan untuk menjadi kerangka berpikir dalam menghadapi masalah-masalah hukum Islam, ternyata hanya menjadi bahan hafalan belaka yang impoten dalam menghadapi problem sosial kemasyarakatan. Persoalan ini, semakin diperparah oleh wilayah kajian pranata sosial yang masih perlu dipertemukan dengan berbagai pendekatan dalam ilmu sosial. Sehingga, kajian pranata sosial juga tidak selalu dihafal dan dijawab dalam ujian; tetapi, bagaimana mahasiswa mampu memahami aspek epistemologi dan aksiologinya.
Keempat, bidang keilmuan yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti Ilmu Falak malah tidak mendapatkan perhatian serius di lingkungan IAIN/STAIN. Bidang ilmu ini, seakan-akan menjadi 뱈ilik_ perguruan tinggi umum. Tragsinya, bidang studi ini pun diajarkan hanya sepintas lalu. Hal ini, tampak dari kitab-kitab klasik yang dijadikan sebagai bahan ajar di Fakultas Syariah, tidak ada satupun literatur ilmu falak yang tergolong modern dan memadai. Padahal kompetensi bidang ilmu ini sangat dibutuhkan oleh umat Islam, bahkan umat manusia pada umumnya.
Beberapa kritik di atas bukanlah berarti menolak kehadiran studi hukum Islam dan pranata sosial. Bagaimana pun, wilayah keilmuan ini masih perlu dipertahankan namun perlu dimodifikasi dalam beberapa hal. Untuk itu, medan kajian hukum Islam selayaknya mendapat perhatian kita semua.
Pada dasarnya, hukum Islam sendiri adalah istilah khas dalam bahasa Indonesia (Melayu) yang diterjemahkan dari Islamic Law (Inggris). Adapun istilah ini sendiri sering dilekatkan kepada istilah fiqh yang telah berevolusi dari ilmu secara umum menjadi ilmu yang dikhususkan tentang hukum-hukum dalam Islam. Namun demikian, belakangan ini, istilah hukum Islam semakin sering digunakan, khususnya ketika para orientalis menggeluti studi ini. Di sinilah kemudian kajian hukum Islam semakin menemukan momentum, dan tidak sedikit kelompok orientalis menghasilkan karya magnum opus mereka yang sangat berguna bagi umat Islam untuk memahami kembali hukum Islam.
Model kajian hukum Islam a la orientalis ini kemudian berkembang pesat. Adapun medan yang mereka tempuh adalah melalui pertanyaan yang cukup 뱈enghentak_ pemahaman umat Islam yang sudah sekian lama terkungkung dalam tradisi taqlid.
Dalam konteks ini, kami ingin mengetengahkan isi materi kuliah Herbert J. Liebesny yang disampaikan dalam tempo sepuluh tahun lebih di Universitas George Washington. Alasan utama mengapa dipilih Liebesny, karena materi perkuliahan ini telah disampaikan selama satu dasawarsa dan telah menghasilkan alumni yang berkiprah dalam kajian hukum Islam. Di samping Liebesny, kajian ini juga akan menguraikan isi materi kuliah Hasbi Ash-Shiddieqy yang disampaikan dalam perkuliahannya di IAIN Sunan Kalijaga. Sebab, pengaruh Hasbi dalam kajian hukum Islam di Indonesia, khususnya di IAIN/STAIN, masih terasa sekali.
Dalam memulai kajiannya, Herbert J. Liebesny menegaskan ada dua hal pokok:

One is to trace the historical development of Islamic law, the systematic reception of Western law beginning in the nineteenth century, and the drafting of modern statutes and codes on the period before and after World War II. The second is to give a brief systematic survey of important legal institution in their classical Islamic form as well as in their present-day appearance.

Selanjutnya, materi dan bidang keilmuan yang ditawarkan oleh Liebesny adalah sebagai berikut: a) Basic Characteristic of Islamic Law; b) Historical Development & Sources of Islamic Law; c) Legal Reforms in the Nineteenth Century; d) Legal Reforms since the End of World War I; e) Anglo-Muhammadan Law; f) The Law of Marriage and Divorce; g) The Law of Inheritance; h) Contract and Torts; i) Property and Waqf; j) Penal Law; k) Procedure Before the Westernization of the Law.
Dari grand materi di atas mengindikasikan bahwa studi hukum Islam di Barat memang ingin diajak untuk bersentuhan dengan pembaharuan hukum yang dipengaruhi oleh Eropa. Di samping itu, rujukan yang digunakan oleh Liebesny hampir semuanya berasal dari para sarjana hukum Islam Barat yang terkemuka seperti J.N.D Anderson, Joseph Schacht, Noel J. Coulson, Ferhat J. Ziadeh, Bernard Lewis, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, untuk materi yang disampaikan oleh Liebesny memang tidak mengenal sistem penjurusan yang ketat seperti yang terlihat pada IAIN/STAIN. Dengan kata lain, apa yang disampaikan oleh Liebesny adalah merupakan 밷agian kecil_ dari studi Islam di Barat, konsentrasi hukum Islam. Hal ini tampak dari judul perkuliahan yang diampu oleh Liebesny yaitu the Law of the Near & Middle East (Hukum Timur Dekat dan Jauh). Ringkasnya, studi hukum Islam di Barat telah dicoba disajikan melalui studi kawasan dengan berbagai pendekatan dalam bidang ilmu sosial. Dengan cara seperti itu, hukum Islam ditampilkan lebih 밾idup_ dan 뱈enantang,_ sebab hukum Islam ini dicoba dipertemukan dengan hukum wilayah lain seperti hukum anglosaxon dan continental.
Sementara itu, Hasbi Ash-Shiddieqy memandang bahwa maksud mempelajari fiqh dalam lembaga-lembaga ilmiah tinggi, ialah: 뱒upaya kita menjadikan fiqh Islami ini sumber pokok bagi perkembangan tasyri’ di zaman baru ini.” Dari pernyataan Hasbi ini menunjukkan bahwa kajian hukum Islam harus menghasilkan produk hukum untuk mengisi kontiunitas perkembangan hukum Islam. Oleh karena itu, sangat wajar, wilayah kajian hukum Islam pun sangat luas dengan asumsi bahwa ini menjadi modal bagi pelaku ijtihad pada zaman sekarang. Ringkasnya, belajar hukum Islam sama dengan mempersiapkan diri menjadi aktor-aktor pengkaji hukum Islam di lingkungan pemerintahan, yaitu hakim agama. Orientasi ini tentu saja berbeda dengan studi hukum Islam di Barat, sebagaimana ditegaskan di atas.
Adapun materi perkuliah hukum Islam yang diajarkan oleh Hasbi termaktub dalam tiga karyanya yaitu: Pengantar Ilmu Fiqh, Pengantar Hukum Islam (I), Pengantar Hukum Islam (II). Ketiga buku ini merupakan bahan perkuliahan Hasbi yang disampaikan di PTAIN dan IAIN Sunan Kalijaga pada era 1950-1970-an. Adapun materi dalam Pengantar Ilmu Fiqh terdiri mukaddimah dan dua bagian. Bagian pertama adalah sebagai berikut: a) Mukaddimah; b) sekitar makna fiqh; c) pembagian pembahasan ilmu fiqh; d) periode-periode fiqh; e) pembentukan mazhab-mazhab fiqh; f) mazhab-mazhab Syi’ah; g) sejarah pembukuan dan pembukuan sumbernya; h) keistimewaan fiqh Islam dan ciri-ciri khasnya. Adapun bagian kedua memuat tentang dasar-dasar hukum fiqh dimana materinya adalah: a) ushul fiqh; b) fiqh Islam; c) ijtihad, ittiba’, talfiq, dan taqlid. Selanjutnya, materi-materi di diperdalam lagi oleh Hasbi yang kemudian dibukukan dalam Pengantar Hukum Islam (2 jilid). Dalam menyampaikan materi-materi tentang hukum Islam, Hasbi memang sering merujuk pada karya-karya ulama klasik, bahkan untuk bab tertentu, tidak jarang Hasbi menyadur dari satu bab kitab fiqh tertentu. Hal ini dapat dipahami sebagai langkah Hasbi untuk menanggulangi kesulitan para mahasiswa dalam memahami teks Arab.
Dari materi kajian hukum Islam yang disampaikan oleh penggagas Fiqh Indonesia tersebut menunjukkan beberapa implikasi terhadap studi hukum Islam berikutnya. Setidaknya, kajian hukum Islam pada masa tersebut, hanya diperuntukkan untuk bidang professional, ketimbang akademik. Dengan kata lain, materi studi hukum Islam hanya menjadi modal bagi para sarjana hukum Islam, terutama untuk menduduki posisi penting seperti posisi hakim Agama. Dengan begitu, dapat dimengerti jika materi perkuliahan pun, hanya sebatas untuk diketahui kemudian disampaikan kepada orang lain. Dalam bahasa Zarkowi Soejoeti:

Dilihat dari jurusan-jurusan yang ada, nampak jelas bahwa orientasi pendidikan tinggi agama Islam waktu itu lebih pada pendidikan professional daripada pendidikan akademik. Hal ini dapat dimengerti karena besarnya keperluan masyarakat dan negara yang masih sangat muda akan tenaga-tenaga terdidik untuk mengisi jabatan-jabatan di bidang Pendidikan, Hakim dan Penerangan Agama Islam.

Materi perkuliahan yang diberikan oleh Hasbi hampir sama seperti yang diberikan oleh Liebesny. Hanya saja, kecenderungan Hasbi lebih menumpukan pada konsep-konsep dasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Jika dilihat dalam tiga karya Hasbi tersebut, maka persoalan penjelasan konsep dalam ilmu fiqh (fiqh-ushul fiqh-ijtihad-ittiba-ittiba’-taqlid-qiyas-ijmak) dijelaskan secara tuntas. Berbeda dengan Liebesny, Hasbi tidak menempatkan atau tidak memandang hukum Islam sebagai bagian dari studi kawasan. Karena itu, materi Hasbi tidak mempertemukan hukum Islam dengan hukum lain, seperti hukum Romawi. Hal ini dapat dimengerti bahwa orientasi studi hukum Islam pada masa Hasbi hanya untuk professional, bukan akademik.
Uraian di atas menempatkan medan kajian hukum Islam di Indonesia memang masih bergelut pada 밶pa yang seharusnya dikuasai_ oleh mahasiswa, dan bukan 밶pa yang seharusnya dikaji_ oleh mereka. Tidak sedikit mata kuliah yang ditawarkan memang tidak menimbulkan semangat pada diri mahasiswa. Tentu saja hal ini dipicu oleh beberapa hal. Pertama, mahasiswa yang masuk ke IAIN/STAIN adalah mereka yang tidak lulus UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Sehingga sangat wajar jika minat mereka memang bukan untuk mendalami hukum Islam, tetapi memang telah 뱓ersesat di jalan yang benar._ Kedua, IAIN/STAIN jarang memiliki inisiatif untuk melakukan matrikulasi untuk bidang tertentu. Padahal, cara ini sangat baik untuk mempersamakan starting kajian hukum Islam. Ketiga, medan kajian hukum Islam di IAIN/STAIN harus dikaji ulang, dengan asumsi apakah kajian tersebut menjawab tuntutan akademik atau professional? Begitu juga, apakah untuk mejawab kedua tuntutan tersebut sekaligus?

Tradisi Pembelajaran Hukum Islam di Indonesia:
Survey Historis
George Makdisi dalam salah satu karyanya menandaskan: 밒n classical Islam was the institution of learning, par excellence, in what it was devoted primary to the study of Islamic law, queen of the Islamic sciences.” Dari pandangan Makdisi ini menunjukkan betapa posisi studi hukum Islam merupakan suatu kajian yang telah 뱈enyejarah_. Dengan kata lain, hampir setiap lembaga studi Islam saat itu, menekuni hukum Islam. Karena itu, tidak satupun lembaga studi Islam di dunia, apalagi di Indonesia, yang tidak mendalami hukum Islam. Bahkan, karena seringkali disebut dengan istilah syariah, hukum Islam dipandang mencakup segala aspek kehidupan umat, dan tidak hanya terbatas pada hukum dalam artian modern. Hanya saja, model pembelajarannya yang terkadang tidak sama. Di Timur Tengah, studi hukum Islam, mulanya dipelajari di madrasah kemudian dikembangkan di tingkat jamiah. Tentu saja, saat itu, hukum Islam dikaji menurut keperluan yaitu untuk memahami pendapat seorang imam mazhab kemudian mencoba melakukan proses syarah dan hasyiyah.
Selanjutnya, untuk kasus studi hukum Islam di Indonesia telah dimulai saat Islam datang pertama kali di Indonesia yaitu pada abad ke-7 Masehi. Ketika itu, studi hukum Islam belum begitu melembaga, sebab, prosesnya hanya dengan melihat apa yang dilakukan oleh para pedagang dari luar Nusantara, kemudian pribumi setempat. Tradisi studi hukum Islam di Indonesia, telah dimulai mengemuka ketika pada abad ke-16, ketika dua ulama terkemuka di Aceh menulis kitab fiqh. Mereka adalah Nuruddin Ar-Raniry yang mengarang kitab Sirat al-Mustaqim dan Abdurrauf al-Singkili yang menulis karya Mir’at al-Tullab. Kedua kitab ini mengikuti pola mazhab Syafii. Namun demikian, yang menarik dari dua karya ini adalah keduanya merupakan hasil permintaan penguasa kepada mereka agar menulis kitab fiqh. Hal ini disebabkan posisi mereka sebagai qadhi malik al-adil pada masa pemerintahan Iskandar Tsani.
Selanjutnya, model pembelajaran hukum Islam diteruskan dengan sistem menerjemahkan beberapa karya dari bahasa Arab ke bahasa setempat. Salah satu bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa. Untuk keperluan pengajaran hukum Islam di pensatren Jawa, kitab-kitab fiqh klasik diterjemahkan ke dalam bahasa tersebut. Dalam hal ini, kajian hukum Islam telah dipertemukan dalam budaya lokal. Situasi tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

That the Islamic legal literature had more influence among the ‘ulama and their disciples, than in society at large, and even much less influence at the royal court. However, all this does not mean that they had isolated themselves from the changes taking place outside their pesantren _ and mosques. Those religious scholars responded to social changes by formulating a set of legal decision reflecting a close interaction between the rich legacy of the past, as prercribed in the old law texts, and the ever-changing situation in real life. Legal maxims (qawaid al-fiqh), legal theories (ushul al-fiqh) and legal philosophies (hikmah al-tashri’), besides the substantive legal rules (furu‘ al-fiqh) of the past were used as resources to find answers and to formulate responses to questions and problems posed to and faced by the community.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa dinamika studi hukum Islam di Indonesia telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika sebelumnya hanya penguasa yang 뱈enggunakan_ hukum Islam, maka fase sesudahnya, hukum Islam telah 뱈embumi_ bagi masyarakat. Bahkan, para ulama mulai memberikan fatwa-fatwa terhadap setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan kata lain, situasi perubahan masyarakat telah menuntut ulama untuk melakukan ijtihad. Sehingga dapat dipastikan, kecenderungan studi hukum Islam merupakan 뱈odal_ untuk terjun ke dalam masyarakat. Namun demikian, pola pemikiran yang dikembangkan saat itu cenderung terbatas hanya pada mazhab Syafii.
Pergesekan studi hukum Islam mulai terasa manakala bertemu dengan dua hukum lainnya yaitu hukum adat dan hukum warisan kolonial. Nobuyuki Yasuda menyebutkan bahwa ada tiga tipe hukum yang berkembang di Asia Tenggara. Tipe pertama adalah 밿ndigenous law originating in the Proto states, which 꿤all indigenous states before their colonization by Western powers._ Tipe kedua, 뱮imported law_ which was introduced or 밿mproved_ by the Western powers under their colonial rule._ Tipe ketiga, 밺evelopment law. This type of law seems to be a series of products of the development policies since the independence of these countries after World War II.”
Untuk lebih memahami tipe hukum di Asia Tenggara, Yasuda menampilkan tabel sebagai berikut:
Philiphines Indonesia Brunei Malaysia Singapore Thailand
Proto-state I Old (Malay) Custom Old Malay Custom Old Malay Custom Old Malay Custom Old Malay Custom? Old Thai Custom
Proto-state II Hindu & Buddhism? Hindu & Buddhism Hindu & Buddhism Hindu & Buddhism Hindu & Buddhism? Hindu & Buddhism
Proto-state III Islam in South Islam Islam Islam Islam? Budhism, Islam in South
Colonial State Spain and U.S (Portugal) Holland U.K. U.K. U.K.
Imported law from: Spain and U.S. Holland U.K. U.K. U.K, U.K. France, Germany, Japan. Etc.

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa, kajian hukum Islam di Indonesia mengalami posisi setali tiga uang. Sebab, hukum Islam merupakan jenis hukum pertama (Indigenous law), (proto state III) dan pada saat yang sama, dia juga menghadapi jenis hukum yang sama (proto states II) yaitu hukum adat yang dipengaruhi oleh Hindu dan Budha. Demikian juga, hukum Islam harus menerima 밶rus desakan_ hukum impor yaitu hukum Belanda. Kenyataan ini telah memberikan pengaruh terhadap studi hukum Islam. Sebab, ketiga model hukum ini berbeda dari sisi ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Terhadap hukum adat, hukum Islam diajak untuk 밷ersahabat_ kendati dalam beberapa hal tertentu, kedua jenis hukum ini sulit dipertemukan. Namun untuk usaha penyebaran agama Islam, hukum adat dan hukum Islam mengalami proses dinamisasi yang penuh dengan interaksi satu sama lain. Dalam hal ini, wilayah kajian hukum Islam kemudian mencoba menyesuaikan dengan adat setempat. Hingga pada akhirnya, melahirkan beberapa teori tentang pemberlakuan hukum Islam di Indonesia. Kelahiran teori-teori tersebut dipicu oleh intervensi pihak kolonial Belanda dalam upaya mereka memisahkan hukum Islam dan hukum adat.
Selanjutnya, untuk kasus hukum Islam vis-_-vis hukum warisan kolonial, kenyataannya berbeda dengan hukum Islam dan hukum adat. Sebab, hukum warisan kolonial 뱊ot only in the area of commerce and trade, but also in parts of the political institutions such as judiciaries and central of local administrations, as far as colonialism demanded in order to regulate the systems.” Jadi, dapat dipastikan hukum Islam menjadi 뱓erkikis_ dalam percaturan hukum di Indonesia. Proses reduksi fungsi hukum Islam di Indonesia juga dilakukan oleh pihak kolonial dengan menyekolahkan beberapa pribumi ke Belanda untuk mendalami ilmu hukum. Mereka yang menekuni ilmu hukum di Belanda banyak menjadi tokoh penting dalam pengambilan keputusan dalam pemerintahan.
Pada saat yang sama, dalam kelompok internal umat Islam terjadi perpecahan yang disebabkan persoalan khilafiyah. Dalam hal ini, terdapat dua kelompok yang berseberangan dalam pemikiran hukum Islam. Kelompok pertama muncul dari kalangan modernis yang kemudian dikenal, antara lain, dengan Muhammadiyah. Sejak kelahirannya, Muhammadiyah memiliki basis di wilayah urban dan kelompok pedagang. Dan, mereka mempelajari hukum Islam melalui sekolah-sekolah yang mereka dirikan. Salah satu slogan kelompok ini adalah kembali ke al-Qur’an dan al-Sunnah. Sementara itu, kelompok kedua dari kalangan tradisionalis, Nahdatul Ulama. Mereka lebih banyak berkonsentrasi di wilayah pedesaan dan basis pemikiran hukum Islam lebih banyak di pesantren.
Hingga di sini dapat ditarik benang merah bahwa tradisi pembelajaran hukum Islam sangat dipengaruhi oleh sosial-politik yang mengitarinya. Hal ini terlihat, sejak hukum Islam bertemu dengan dua hukum lainnya, fungsi hukum ini semakin berkurang. Jika sebelumnya hukum Islam mampu mengurus segala hal, maka setelah dia 밷erjumpa_ hukum adat dan kolonial, hukum Islam hanya difungsikan untuk persoalan al-ahwal al-syakhsiyyah. Fungsi ini tentu saja memberikan implikasi terhadap minat orang untuk mendalami hukum Islam. Karena itu, hukum Islam hanya marak dikaji di pesantren-pesantren yang bertujuan untuk menciptakan kader ulama. Hal ini pada gilirannya membawa dampak terhadap studi hukum Islam sendiri yaitu untuk 뱈enghapal_ dan 뱈enguasai_. Secara metodologis, kajiannya lebih berorientasi teologis-normatif-deduktif dan kurang memperhatikan model historis-empiris-induktif.
Sementara yang merasa perlu 뱎enyegaran_ maka mereka melakukan proses ijtihad dalam rangka menyesuaikan hukum Islam dalam konteks keindonesian. Ada beberapa tokoh pemikir hukum Islam yang kemudian menelorkan pemikiran hukum Islam dalam konteks keindonesia. Mereka adalah Hasby Ash-Shiddieqy (1906-1975) yang menggagas 밊iqh Indonesia_ dan Hazairin (1905-1975) yang mencetuskan 뱈azhab nasional._ Dalam konteks ini, kedua tokoh ini ingin mengakomodir apa yang terjadi dalam realitas masyarakat Indonesia dengan pemikiran fiqh. Pikiran kedua tokoh ini, pada gilirannya, memberikan inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk selalu melakukan ijtihad.
Pikiran di atas merupakan respon terhadap segala persoalan umat Islam. Bahkan belakangan ini, apa yang disebut dengan fiqh sosial, seperti hal-hal yang berhubungan dengan KB, ekonomi, lingkungan, asuransi, perbankan, dan yang semacamnya, menunjukkan semakin pentingnya hukum Islam dan semakin perlunya perhatian dan pengembangan kajian hukum Islam di kalangan umat Islam. Karena itu, ide tentang pentingnya fiqh a la Indonesia sebagaimana dikumandangkan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy dan Hazairin semakin tidak bisa lagi dibendung.
Lebih lanjut, setelah kemerdekaan, posisi hukum Islam semakin surut ke belakang. Kendati demikian, ada yang mengatakan bahwa beberapa penggal kalimat dalam Piagam Jakarta membuktikan bahwa Indonesia bukan negara Islam dan sekaligus bukan negara sekular. Adapun sistem hukum yang dibangun adalah sistem hukum Pancasila. Dari sini kemudian hukum Islam diajarkan hanya untuk mengisi beberapa jabatan penting dalam Departemen Agama. Dengan kata lain, lulusan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), termasuk di dalammnya Fakultas atau Jurusan Syariah saat itu, hanya ditampung oleh departemen tersebut. Karena itu dapat dipastikan, kajian hukum Islam tidak lagi seperti pada pada sebelumnya yang bercorak dinamis dan responsif.
Lebih parah lagi, jika diamati materi kajian hukum Islam di Indonesia masih amat terbatas bahkan jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan kajian hukum Islam di perguruan tinggi Barat. Di perguruan tinggi Barat, kajian hukum Islam telah berkembang sedemikian rupa dan mencakup, misalnya, kajian hukum Islam dalam perspektif kawasan dan juga materi-materi seperti organisasi dan serikat kerja (guilds), arsitektur Islam, dan juga desa dan kota Islam.
Di samping itu, kecenderungan para sarjana Indonesia yang belajar di Barat jarang menekuni hukum Islam, dan hal ini juga ikut memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi studi ini. Harus diakui, sebagian besar, jika tidak semua sarjana Indonesia yang belajar Islam di Barat mendalami persoalan filsafat. Pada saat yang sama, generasi ahli hukum kolonial yang disekolahkan Belanda mulai memainkan peran penting dalam persoalan hukum di Indonesia. Kenyataan ini diperkuat adanya 27 alumni Leiden mendapai kedudukan tingkat menteri yang pada gilirannya kebijakan terhadap hukum pun meniru hukum Eropa yang pernah mereka pelajari di negara tempat mereka belajar.
Sementara itu, di PTAI (seperti IAIN dan STAIN) studi Islam masih diarahkan untuk sekadar 뱈endalami_ dan hampir-hampir tidak untuk 뱈engembangkan_. Oleh karena itu, studi hukum Islam pun tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Studi ini masih bercorak a la pesantrenis di mana para mahasiswa hanya mendalami isi bidang studi hukum Islam, sebagaimana yang pernah dikuliahkan oleh Hasbi di atas. Reformasi studi hukum Islam di IAIN/STAIN, dapat dikatakan terlambat, dibandingkan studi lainnya, seperti filsafat Islam dan perbandingan agama. Hal ini dapat dipahami, sebab para alumni Barat yang mendalami studi hukum Islam masih jarang. Mereka, seperti ditegaskan di atas, masih suka dengan wilayah filsafat. Karena itu, model pembelajaran hukum Islam yang berorientasi akademik dan mendorong model 뱎engembangan,_ baru mendapat perhatian pada era 1990-an.
Pada tahun-tahun tersebut, pola studi hukum Islam telah mengalam peningkatan yang cukup pesat. Setidaknya dapat dilihat dari peran alumni Barat yang mendalami hukum Islam kemudian mengembangkan beberapa pendekatan baru dalam studi ini. Namun, patut disayangkan, model ini pun ternyata tidak efektif. Sebab, mahasiswa IAIN/STAIN belum terbiasa dengan model studi hukum Islam versi orientalis di mana mereka memadukan studi ini dengan ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang banyak 밷ertemu_ dengan bahasa asing (Arab dan Inggris). Kelemahan mahasiswa akan dua bahasa tersebut ternyata menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran hukum Islam pada era kontemporer ini. Harus diakui, studi hukum Islam para era sekarang telah mempertemukan hukum Islam berikut metodenya dengan persoalan-persoalan yang tidak dijumpai pada zaman klasik. Kenyataan ini tentu saja menuntut kesiapan para peminat hukum Islam agar mampu menyelesaikan setiap persoalan umat.

Masa Depan Kajian Hukum Islam di IAIN/STAIN:
Studi Kasus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pada bagian ini, kami akan melihat kurikulum dan silabus Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagai IAIN tertua, perguruan ini tampaknya menjadi contoh bagi IAIN dan STAIN lainnya dalam bidang studi hukum Islam. Namun, dalam kenyataannya, studi hukum Islam di IAIN ini juga masih belum menampakkan perkembangan yang menggembirakan. Jika kita sepakat bahwa IAIN Sunan Kalijaga sebagai IAIN terdepan, maka dalam kajian hukum Islam pun masih sangat klasik dan teologis-normatif-dekuktif.
Pada Fakultas Syariah, menurut Kurikulum 1998, ada empat jurusan yaitu: Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH), al-Ahwal al-Syakhsiyyah (AS), Jinayah Siyasah (JS), Muamalat (MU). Bahkan baru-baru ini, Fakultas ini membuka program studi baru yaitu Keuangan Islam (KUI). Dari empat jurusan tersebut, tampak bahwa jurusan-jurusan tersebut dibagi bukan hanya untuk mendalami studi hukum Islam, namun juga jenis pekerjaan apa yang akan didapatkan oleh alumni Fakultas ini. Jadi ada dua orientasi yang ingin dicapai oleh Fakultas Syariah di IAIN Sunan Kalijaga, yaitu pengembangan akademik dan profesi.
Namun demikian, jika ditelaah mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa maka sesungguhnya masing-masing jurusan ternyata tidak begitu menunjukkan perbedaan yang berarti. Dari pengkajian terhadap silabus (Mata Kuliah Keahlian) yang menjadi acuan dalam studi hukum Islam di Fakultas ini, tampak bahwa hampir semua jurusan tidak menunjukkan perbedaan yang dominan. Hampir 75% mata kuliah keahlian yang diberikan kepada mahasiswa adalah sama. Dengan kata lain, hanya 25% yang membedakan masing-masing jurusan di Fakultas ini. Jadi, jika kita sepakat bahwa orientasi akadamik dan profesional menjadi barometer lulusan Fakultas ini, maka tidak berlebihan jika dikatakan silabus ini telah menghasilkan 뱒arjana serba tanggung._ Jika IAIN sebagus ini menghasilkan lulusan seperti ini, maka tidak dapat dibayangkan lulusan IAIN/STAIN lain yang memiliki Fakultas/Jurusan Syariah.
Untuk menjawab persoalan di atas, kami memberikan beberapa opsi untuk pengembangan studi hukum Islam di lingkungan IAIN/STAIN. Opsi ini masih sebatas tesis yang mungkin dapat diperdebatkan.
Opsi pertama, studi hukum Islam sebagai bagian dari studi kawasan. Opsi ini ingin menempatkan studi hukum Islam dalam percaturan studi kawasan. Dengan kata lain, Indonesia sebagai salah satu kawasan yang termasuk dalam studi kawasan Islam, maka perkembangan hukum Islam di sini dapat dikaji secara mendalam. Dengan kata lain, perkembangan hukum Islam di Indonesia, meminjam istilah Satjipto Rahardjo, merupakan laboratorium hukum yang sangat bagus. Apa yang ingin didalami, sama persis seperti yang diberikan Liebesny (seperti dijelaskan terdahulu) dengan sedikit modifikasi yang sesuai dengan konteks keindonensiaan. Dengan begitu, corak studi hukum Islam di IAIN/STAIN menjadi Studi Hukum Islam di Asia Tenggara. Harus diakui, model studi ini masih sangat langka di lingkungan IAIN/STAIN, bahkan di perguruan tinggi umum sekalipun.
Corak ini tentu saja mengandaikan mahasiswa telah memiliki ilmu dasar yang baik yaitu penguasaan fiqh, ushul fiqh, dan tarikh tasyri’. Tiga ilmu dasar dalam pengkajian hukum Islam ini akan menjadi pisau bedah menganalisa perkembangan hukum Islam di kawasan ini. Selanjutnya, dapat juga dibandingkan dengan hukum di kawasan lainnya seperti Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Asia Timur. Dengan demikian, mata kuliah yang diajarkan adalah bagaimana melihat perkembangan hukum Islam di Asia Tenggara melalui berbagai kacamata, dan mungkin juga membandingkannya dengan hukum-hukum di luar kawasan Asia Tenggara.
Opsi kedua, mendalami satu atau dua saja yang terkait dengan studi hukum Islam. Cara ini pernah dijalankan oleh Emory School di mana perguruan tinggi ini hanya mengkaji satu bidang program studi yaitu Islamic Family Law (Hukum Keluarga Islam). Model ini akan memperjelas keahlian mahasiswa, mereka menguasai satu bidang saja. Kendati opsi ini sulit diterapkan, namun dalam beberapa hal akan menunjukkan manfaat yang cukup baik. Jika di Indonesia ada 14 IAIN (Fakultas Syariah) dan 33 STAIN (Jurusan Syariah), dan masing-masing konsentrasi pada satu bidang saja, maka masing-masing IAIN/STAIN akan mampu melahirkan alumni yang profesional sekaligus mempunyai bekal cukup untuk mengembangkan karir akademiknya. Dengan opsi kedua ini, mahasiswa benar-benar mengkaji satu aspek studi hukum Islam secara tuntas dan dia langsung menjadi profesional muda yang ahli hukum Islam sekaligus mempunyai kemampuan akademik yang siap dikembangkan. Sehingga, bentuk kerja dan posisi akademik yang akan diperolehi alumni pun sangat menjanjikan bagi masa depan mereka. Pendalaman studi hukum Islam model ini menuntut para pengajar yang benar-benar ahli dalam bidangnya. Sehingga, setiap pengajar memiliki ciri dan keahlian tersendiri sehingga siap melakukan penelitian secara terus menerus untuk pengembangan bidang studi yang ditekuninya.
Opsi ketiga, studi hukum Islam menggunakan metode comparative law atau muqaranah (Perbandingan hukum). Model ini hampir sama dengan opsi pertama, hanya saja, titik tekan yang berbeda. Jika opsi pertama bertumpu pada kawasan, maka yang kedua lebih menitiberatkan pada perbandingan. Cara ini memang semakin marak di perguruan tinggi Barat. Sebab, dengan cara seperti ini, hukum Islam selain dibandingkan antar-tempat, juga dengan hukum-hukum lainnya. IAIN/STAIN dapat menjadi motor penggerak opsi ini. Hemat kami, fakultas hukum di perguruan tinggi umum, belum ada yang menggunakan model studi ini secara sistematis dan mendalam. Dengan demikian, kekosongan ini dapat diisi oleh IAIN/STAIN agar ada ahli-ahli perbandingan hukum yang berkualitas. Di luar negeri, mahasiswa S-1 telah mulai dididik dengan model ini yang pada gilirannya, model ini lebih menekankan pada aspek akademik, ketimbang profesional.
Opsi keempat, kembali ke tradisi klasik. Opsi ini adalah pilihan terakhir, jika memang tiga opsi di atas tidak dapat dijalankan. Sebab, tanpa kemauan besar dan sungguh-sungguh tiga opsi di atas memang agak sulit diterapkan di IAIN /STAIN. Di samping IAIN /STAIN belum memiliki kemandirian seperti perguruan tinggi di luar negeri, Sumber Daya Manusia juga ikut menjadi faktor penting dalam menjalankan ketiga opsi di atas. Untuk opsi yang terakhir ini memang hanya dibutuhkan pendalaman dan pemekaran di sana-sini. Konkretnya, penguasaan metodologi dan naskah-naskah klasik merupakan syarat penting untuk kembali ke tradisi klasik. Corak studi hukum Islam seperti ini sama dengan sistem pembelajaran di luar negeri seperti terlihat di sejumlah perguruan tinggi Barat. Dengan demikian, orientasi studi hukum Islam di IAIN/STAIN adalah akademik murni.
Hal lain yang perlu disinggung di sini adalah posisi usul fiq yang sering disebut sebagai the queen of all Islamic sciences. Hal ini penting mengingat adanya indikasi bahwa kajian ushul fiqh semakin kurang mendapat perhatian. Di samping itu, pembahasan tentang persoalan-persoalan hukum Islam seringkali hanya melibatkan persoalan detail (furu’) dan kurang melibatkan persoalan dasar (ushul fiqh). Disadari bahwa gejala perdebatan yang lebih menfokuskan pada masalah detail dan kurang melibatkan persoalan dasar ini berlangsung hingga kini. Salah satu contoh, ketika reaktualisasi hukum Islam ramai diperbincangkan, perdebatan terjebak, misalnya, pada contoh kecil berikut: apakah porsi dua banding satu antara laki-laki dan perempuan dan hukum waris itu perlu dipertahankan? Jika cara berpikir yang berorientasi praktis tanpa memahami landasan berpikir yang ada ini pertahankan, penyelesaian persoalan-persoalan hukum yang ada akan selalu bersifat tambal sulam dan tidak pernah menyentuh persoalan yang sebenarnya. Implikasi lain, perdebatan hukum yang demikian ini dalam perjalanan sejarahnya cenderungan membawa umat melihat setiap persoalan secara hitam putih dan kaku. Kerangka berpikir yang bersifat luwes dan dinamis dalam menghadapi berbagai problem yang ada semakin hari tidak dikenal. Akibatnya, ada sebagian kalangan yang bersikap sinis melihat hukum Islam dan lembaga-lembaga yang mendukungnya.
Karena itu, sudah saatnya bagi umat Islam untuk lebih mehamai ushul fiqh yang menjadi landasan penetapan hukum itu. Memahami ushul fiqh lebih jauh akan membawa mereka melihat berbagai produk hukum bukan sebagai harga mati, tetapi lebih sebagai hasil proses dialog para ahli hukum Islam dengan realitas yang ada. Dengan cara demikian, berbagai formulasi ketentuan hukum Islam akan selalu menjadi jawaban yang tepat sejalan dengan denyut perkembangan masyarakat; karena itu perubahan formulasi hukum merupakan satu keniscayaan.
Memang perlu disadari bahwa hal ini bisa dicapai jika dilakukan reorientasi terhadap materi dan model kajian fiqh dan ushul fiqh serta institusi yang mendukung subjek tersebut. Secara metodologis, misalnya, upaya pemahaman ajaran syari’ah (hukum Islam/fiqh) haruslah meliputi dua model pendekatan. Pertama, pendekatan doktriner, normative dan karenanya metode deduktif sangat dibutuhkan. Hal ini penting mengingat hukum Islam, yang merupakan upaya memahami ajaran syariah, pada dasarnya menyangkut teks-teks yang datang dari Allah yang diyakini sebagai pedoman pokok kehidupan bersifat sacral dan transcendental. Kedua, perlunya dimanfaatkan pendekatan-pendekatan lain seperti pendekatan filosofis semantic, sosiologis, antropologi, dan histories. Hal ini merupakan satu keniscayaan mengingat upaya pemahaman terhadap teks-teks syariah pada akhirnya diyakini sebagai bersifat relative yang kebenarannya membutuhkan penelitian secara terus menerus sebagaimana penelitian-penelitian ilmiah lainnya. Sebab pemahaman terhadap satu teks akan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor bahasa ataupun konteks sosial dari teks itu sendiri, juga menyangkut konteks sosial dari munculnya teks-teks ataupun konteks sosial masing-masing mereka yang mencoba memahami teks-teks syariah itu sendiri. Sekarang ini, semakian dirasakan pentingnya kajian hermeneutic hukum (legal hermeneutics), yang dalam kajian hukum konvensional belum banyak mendapat perhatian.



Catatan
Tulisan ini merupakan revisi dari makalah dengan judul 揇imensi Historis-Epistemologis bidang Keilmuan Hukum Islam dan Pranata Sosial serta Orientasi Pengembangannya di IAIN/STAIN_ yang dipresentasikan dalam Semiloka Pembidangan Keilmuan Agama Islam, diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Islam dan Masyarakat (LKIM), STAIN Mataram, 12-13 September 2003.
Lihat Atho Mudzhar,봗he Study of Islamic Law in Indonesian Islam Universitites (The case of the Kulliyat Al-Sharî‘ah of the State Institute of Islamic Studies [IAIN] Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia),_ Al-Jami‘ah, No.63 (1999), hlm. 1-9.
Lihat misalnya, M. Amin Abdullah, 밡ew Horizons of Islamic Studies Throught Socio-Cultural Hermeneutics,_ Al-Jami‘ah, Vol.21, No.1 (2001), hlm. 1-24.
Akh. Minhaji dan Kamaruzzaman, 밙ajian Pembidangan Bidang Ilmu Agama Islam yang Dibutuhkan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam,_ (forthcoming, 2003).
Lebih mendalam, baca Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Mileniuam Baru, (Jakarta: Logos, 1999), khususnya Bagian Ketiga, hlm. 157-250.
Lihat juga Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, 밚aw and Culture in Islam: The Case of Western Scholars Perception on Islamic Law and Its Effect to Islamic Law Studies in State Institute of Islamic Studies (IAIN) of Indonesia,_ Profetika, Vol.4, No.1 Januari (2003), hlm.77 -82.
Bandingkan dengan Martin Van Bruinessen, Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat: Tradisi-Tradisi Islam di Indonesia, (Bandung: Mizan, 1999), hlm. 124-128.
Lihat juga Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Islam Historis: Dinamika Studi Islam di Indonesia, (Yogyakarta: Galang Press, 2002), hlm. 3-4.
Lihat model yang pernah kami tawarkan, Akh. Minhaji, 밨eorientasi Kajian Ushul Fiqh,_ Al-Jami‘ah, No.63 (1999), hlm.12-28; idem, 밫radisi Islah dan Tajdid dalam Hukum Islam,_ Profetika, Vol.3, No.2 (2001), hlm. 237-266.
Susiknan Azhari, 밨evitalisasi Studi Hisab di Indonesia,_ Al-Jami‘ah, No.65 (2000), hlm. 110.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Islam Historis, hlm. 222.
Istilah hukum Islam juga terdapat dalam bahasa asing lainnya, seperti droit musulman (Perancis), Islamietish recht (Belanda), Islamische Recht (Jerman), Islam hukuku (Turki). Lihat Akh. Minhaji, Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958), (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta Press, 2001), hlm.96.
Tentang evolusi istilah fiqh, baca Fazlur Rahman, Islam, (Bandung: Pustaka, 1997), hlm.141-154.
Atho Mudzhar, The Study of Islamic Law in Indonesian, hlm. 6-7.
Herbert J. Liebesny, The Law of the Near & East: Readings, Cases, & Materials, (New York: State University of New York, 1975), hlm. xi.
Herbert J. Liebesny, The Law, hlm. vii-viii.
M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Pengantar Ilmu Fiqh, (Jakarta: Bulan Bintang, 1993), hlm. 93.
Zarkowi Soejoeti,봍embaga Studi Islam di Indonesia,_ dalam Zainuddin Fananie dan M. Thoyibi (ed.), Studi Islam Asia Tenggara, (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 1999), hlm. 358.
George Makdisi, The Rise of Colleges: Institution of Learning in Islam and the West, (Edinburgh: Edinburgh University Press, 1981), h.lm. 9.
Baca misalnya, Nurcholish Madjid, 밫radisi Syarah dan Hasyiyah Dalam Fiqh dan Masalah Stagnasi Pemikiran Hukum Islam,_ dalam Budhy Munawar-Rachman (ed.), Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah, (Jakarta: Paramadina, 1995), hlm. 311-318.
Lihat Kamaruzzaman, 밙ontribusi Daerah Aceh terhadap Perkembangan Awal Hukum Islam di Indonesia,_ Al-Jami‘ah, No.64 (1999), hlm. 143-170.
Martin Van Bruinessen, Kitab Kuning, hlm. 113-114.
Nur Ahmad Fadhil Lubis, 밒slamic Legal Literature and Substantive Law in Indonesia,_ Studia Islamika, Vol.4, No.3, (1997), hlm. 41-42.
Nobuyuki Yasuda, 밚aw and Development in ASEAN countries,_ ASEAN Economic Bulletin, Vol.10, No.2 (1993), hlm. 145.
Nobuyuki Yasuda, Law and Development, hlm. 147.
Baca karya berikut: J.F. Holleman (ed.), Van Vollenhoven on Indonesian Adat Law, (Leiden: KLTLV, 1981); Ratno Lukito, Pergumulan Antara Hukum Islam dan Adat di Indonesia, (Jakarta: INIS, 1998).
Untuk penjelasan teori-teori pemberlakukan hukum Islam, baca Ichtijanto,봒engembangan Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia,_ dalam Eddi Rudiana (peny.), Hukum Islam di Indonesia: Perkembangan dan Pembentukan, (Bandung: Rosdakarya, 1994), hlm. 95-149.
Nobuyuki Yasuda, Law and Development, hlm. 148.
Lihat Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, 밐ukum Islam dalam Lintasan Sejarah Indonesia,_ Mimbar Hukum, No.55 (2001), hlm. 17.
Untuk kajian tentang pandangan kedua organisasi tentang hukum Islam, baca Rifyal Ka’bah, Hukum Islam di Indonesia: Perspektif Muhammadiyah dan NU, (Jakarta: Universita Yarsi Jakarta, 1999).
Akh. Minhaji, “Prof. K.H. Ali Yafie dan Fiqh Indonesia,” Al-Mawarid 6 (1997), hlm. 115-121.
Baca misalnya, Munawir Sjadzali,봌eberadaan Departemen Agama merupakan Jaminan Republik Indonesia Bukan Negara Sekular,_ dalam dalam Eddi Rudiana (peny.), Hukum Islam di Indonesia, hlm. 65-72.
Ichtijanto, 밪istem Hukum Pancasila,_ dalam ibid., hlm. 151-163.
Baca antara lain Gabriel Baer, “Guilds in Middle Eastern History,” dalam M.A. Cook (ed.), Studies in Economic History of the Middle East from Rise Islam to the Present Day, (London: Oxford University Press, 1970); Bernard Lewis, “The Islamic Studies,” Economic History Review 8 (1937), hlm. 20-37.
Baca misalnya, Gabriel Baer, “Village and City in Egypt and Syria: 1500-1914,” dalam A.L. Udovith (ed.), The Islamic Middle East, 700-1900: Studies in Economic and Social History, (Princeton: The Darwin Press, 1981), hlm. 595-651; Ira M. Lapidus, ed., Middle Eastern Cities: A Symposium on Ancient, Islamic, and Contemporary Middle Eastern Urbanism, (Berkeler: University of California, 1969); idem, Muslim Cities in the Later Middle Ages, (Cambridge: Harvard University Press, 1967).
Baca Akh. Minhaji dan Kamaruzzaman, 밒n Memoriam: Prof. Dr. H.M. Rasjidi, 1915-2001,_ Asy-Syir’ah, No.8 (2001), hlm. 114.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Hukum Islam, hlm. 18.
Lihat misalnya, Ratno Lukito, 밪tudi Hukum Islam antara IAIN dan McGill,_ dalam Yudian W. Asmin (ed.), Pengalaman Belajar Islam di Kanada, (Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997), hlm. 143-164.
Baca Kurikulum dan Silabi IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Sarjana (S1), Fakultas Syariah, (Departemen Agama RI Pengembangan Pendidikan Tinggi Agama Islam, 1998).
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Law and Culture, hlm.79.
Lihat misalnya, diktat kuliah Baber Johansen yang dibukukan dalam Contigency in a Sacred Law: Legal and Ethical Norms in the Muslim Fiqh, (Leiden: Brill, 1999); Bernard G. Weiss (ed.), Studies in Islamic Legal Theory, (Leiden: Brill, 2002).
Akh. Minhaji, “Posisi Ushul Fiqh dalam Kajian Islam,” Makalah disampaikan pada Studium General Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, 27 November (1997).
Akh. Minhaji, “Islamic Law under the Ottoan Empire,” Asy-Syir’ah 4 (1996), hlm. 1-33; Wael B. Hallaq, “Ifta’ and Ijtihad in Sunni Legal Theory: A Development Account,: dalam Muhammad Khalid Masud, Brinkley Messick, dan David S. Powers (ed.), Islamic Legal InterpretationL Muftis and Their Fatwas, (Cambridge: Harvard University Press, 1996), hlm. 33-43; idem, “Model Shurut Works and the Dialectic of Doctrine and Practice,” Islamic Law and Society 2 (1995), hlm. 126-32; idem, “Usul al-Fiqh: Beyond Tradition,” Journal of Islamic Studies, 3 (1993), hlm. 172-202.
Untuk hermeneutika hukum, baca antara lain, Gregory Leyh (ed.), Legal Hermeneutics: History, Theory, and Practice, (Berkeley: University of California Press, 1992).

JUDUL TESIS

Reaksi:>> 
1. PENERAPAN METODE HUBUNGAN DALAM MENANGGULANGI PERILAKU PENYIMPANGAN DI PONDOK MODERN ARISALAH BAKALAN PONOROGO 9 99)
2. KORELASI ANTARA AKTIVITAS KEAGAMAAN & KESEHATAN MENTAL PADA KLEIN / REMAJA DI SASANA REHABILITAS ANAK NAKAL “AMONG PUTRA” MAGELANG ( 1995)
3. NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL-NOVEL MATINYA BUSSYE (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1997)
4. STUDI TENTANG METODE PENGAJARAN YANG DIGUNAKAN DI BEBERAPA TPA KELURAHAN TIRTO MOJO KEC TIRTO MOJO ( 1997)
5. STUDI TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM REMEDIAL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI MTS ATITAQWA KEC LANGEN SARI KAB CIAMIS ( 1997)
6. METODE BELAJAR MENGAJAR AL-QUR’AN DI PONDOK HUFFADH KANAK-KANAK YAN’ BUL’UL QUR’AN KEC KOTA KAB KUDUS ( 96)
7. STUDI TENTANG PENGAJARAN MENGHAFAL AL-QURAN DI PONDOK AL-QUR’AN AL-WUNAWWIR PERTANAHAN KEBUMEN ( 1995)
8. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM KISAH NABI MUH AL DIM AL-QUR’AN ( 99)
9. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGGULANGI PENGARUH NEGATIF ERA GLOBALISASI PADA REMAJA (TINJAUAN JUVENILE PELINGUHES) ( 99)
10. ISTANA PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO DALAM MENINGKATKAN SDM ( 1997)
11. PROBLEMATIKA MEMBACA KALIMAT BAHASA ARAB TANPA SYAKAL BAGI SISWA MADRASAH ALIYAH NURUL ISLAM JEKWO KUDUS ( 99)
12. PERHATIKAN WANITA KARIER TERHADAP PENDIDIKAN AGAM ISLAM ANAK-ANAK DALAM KELUARGA PERUMNAS MEJASEM TEGAL ( 1995)
13. METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI GAMPING KAB SLEMAN ( 1998)
14. PELAKSANAAN PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN TARBIYATUL ISLAM TEMPUR SARI NGAWEN KLATEN (TINJAUAN TENTANG MATERAI & METODE) ( 1999)
15. PENGAJARAN NAHWA DALAM BUKU AL-TARBIYAH AL-AMALIYAH DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-ISLAM GORESAN MLARAK PONOROGO ( 1999)
16. METODE-METODE PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1998)
17. PENGARUH METODE PENDIDIKAN PESANTREN TERHADAP POLA PIKIR SANTRI PONDOK PESANTREN SYAL KHONA KHOLIN BANGKALAN ( 1997)
18. STUDI TENTANG PENGAJARAN TAJWID DI PENGAJIAN ANAK-ANAK SUDIRMAN YOGYAKARTA ( 1997)
19. PELAKSANAAN PENDIDIKAN AKHLAK DI MTS NEGERI PEKALONGAN (TINJAUAN TENTANG TUJUAN MATERI & METODE) ( 1998)
20. STUDI TENTANG SISTEM PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI MADRASAH DINIYAH AL-MUHSIN (PDMDA) YAYASAN ASI MAHASISWA AL-MUHSIN YOGYAKARTA ( 1999)
21. BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998)
22. USAHA-USAHA GURU BAHASA ARAB DALAM MENINGKATKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH ALI MAKSUN PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYA ( 1999)
23. KONSEP TRI CON KI HAJAR DEWANTARA DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM ( 1996)
24. PENDIDIKAN SEKS MENURUT AL-QUR’AN ( 1997)
25. KONSEP PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MENURUT KI HAJAR DEWANTARA & PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ISLAM
26. PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMECAHKAN FAKTOR PENGHAMBAT AKTUALISASI POTENSI PEREMPUAN ( 2000)
27. PEMBAHARUAN KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH DI MALAYSIA (TINJAUAN TENTANG PENINGKATAN PENERAPAN NILAI-NILAI ISLAM) ( 1995)
28. STUDI TENTANG METODE DAN EVALUASI PENGAJARAN QURAN HADIST DI MAN YOGYAKARTA ( 1994)
29. METODE DAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISASANA TRESNA WERDHA (STW) ABIYASA DUWET SARI PAKEM BIWANGUN PAKEM SLEMAN ( 1999)
30. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993)
31. PEMBINAAN AGAMA DI PONDOK PESANTREN BAGI SISWA PGAN SUKAMANAH TASIKMALAYA ( 1991)
32. STUDI TENTANG METODE PENGAJARAN SEJARAH KELAS I DAN II DI MTS NEGERI SURAKARTA II ( 1993)
33. PENERAPAN CBSA DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-MA’ARIF JEPARA ( 1993)
34. SYEKH MUHAMAD ARSYAD AL-BANJARI DAN PERANANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DIKERAJAAN BANJAR ( 1992)
35. STUDI TENTANG PELAKSANAAN KOMUNIKASI ADMINISTRASI DI MAN GANDEKAN BANTUL ( 1990)
36. STUDI TENTANG PERIODISASI INTERASI SISTEM PONDOK PESANTREN DI JAWA DAN MADURA ( 1993)
37. STUDI TENTANG PELAKSANAAN DAN PROBLEMATIKA PENGAJARAN SEJARAH DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993)
38. STUDI TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK DALAM LINGKUNGAN RUMAH TANGGA PEDAGANG MUSLIM DI KELURAHAN PURBAYAN KEC KOTAGEDE KOTAMADYA ( 1993)
39. STUDI KOMPARASI TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM NON FORMAL DALAM PONDOK PESANTREN SALAFIYAH WONOYOSO DAN PONDOK PESANTREN RIYADITUTHOLABAH BATIK KEBUMEN (TINJAUAN PEMBINAAN DAN MATERI PENDIDIKAN) ( 1992)
40. STUDI TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI REMAJA BERSEKOLAH DI DESA PEKALONGAN KAB PATI (TINJAUAN TENTANG PENDIDIKAN ISLAM NON FORMAL) ( 1993)
41. HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SMP 3 DEPOK SLEMAN
42. PERANAN PKK DALAM USAHA PEMBINAAN IBU-IBU DI DESA MAKAM HAJI KARTA SURO SUKOHARJO ( 1992)
43. PEMBINAAN PEMASYARAKATAN BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS II B KAB TEMANGGUNG
44. STUDI TENTANG UPAYA PREVENTIF DAN KURATIF PADA ORTU DALAM MENGHADAPI KASUS KENAKALAN REMAJA DI DESA KARANG PAWITAN KEC PADA HERANG KAB CIAMIS PROPINSI JABAR ( 1993)
45. SIKAP SOSIAL ANAK DARI LINGKUNGAN KELUARGA KECIL DI MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA ( 1988)
46. MOTIVASI SISWA DALAM PENGAMBILAN JURUSAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA III ( 1993)
47. STUDI TENTANG STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PERASAAN RENDAH DIRI SISWA MTS NEGERI KOPEN BOYOLALI TAHUN 1992/1993 ( 1993)
48. STUDI TENTANG TINGKAH LAKU YANG MENYIMPANG NORMA AGAMA PADA ANAK REMAJA ( 1993)
49. PENERAPAN KURIULUM 1984 BIDANG STUDI SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI KELAS II MAN BREBES JATENG TAHUN 1991/1992 ( 1993)
50. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993)
51. KARAKTERISTIK PENGAJARAN AGAMA ISLAM PADA PONDOK PESNTREN AL-FITRAH JEJERAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1983)
52. STUDI TENTANG PROSEDUR DAN METODE BELAJAR MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK HUFFADZ YAMBU’UL QUR’AN PADA ANAK-ANAK DI KUDUS ( 1993)
53. PROBLEMATIKA PENGAJARAN BAHASA ARAB DI MTS SUDIRMAN BEDONO JAMBU AMBARAWA SEMARANG (SEBUAH TINJAUAN METODOLOGIS) ( 1993)
54. HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993)
55. EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993)
56. STUDI TENTANG ASPEK-ASPEK PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERGURUAN BELADIRI PANJI WULUNG DI YOGYAKARTA ( 1997)
57. STUDI TENTANG PENDIDIKAN AGAM ISLAM BAGI ANAK-ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM DUSUN DESA NGESREP KEC NGEMPLAK KAB BOYOLALI (TINJAUAN TENTANG MATERI & METODE) ( 1993)
58. PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM (STUDI ATAS PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN) ( 1996)
59. SISTEM TAHFIZUL QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AN NUR NGRUKEM DESES PENDOWO HARJO KEC SEWON KAB BANTUL ( 1999)
60. MEDIA ELEKTRONIK DALAM PERSPEKTIF PENGAJARAN BAHASA ARAB (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1991)
61. STUDI TENTANG PENGAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SUBANG KAB TUMINGAN JABAR ( 1997)
62. STUDI TENTANG PENDIDIKAN AGAM ISLAM DI PONDOK PESANTREN NURUL UMMAH KOTA GEDE YOGYAKARTA ( 1995)
63. PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA LINGKUNGAN TEMPAT BELAJAR & MINAT SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA-SISWA KELAS III JURUSAN UMUM SOSIAL MANTAB FAK TARBIYAH SUKA YOGYAKARTA TAHUN 1991 ( 1992)
64. STUDI TENTANG SEBAB & AKIBAT SERTA CARA MENGATASI KENAKALAN REMAJA DISMA FERI PEMALANG ( 1992)
65. STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTRO SISWA DALAM MEMILIH PROGRAM a4 DI MAN SEMARANG FILIAI TAYU
66. DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI’UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990)
67.
68. PROSES BELAJAR MENGAJAR MEMBACA & MENULIS HURUF AL-QUR’AN DI AMP MUHAMMADIYAH VII DI KOTAGEDE YOGYAKARTA (STUDI TENTANG METODE & MATERI) ( 1992)
69. PERANAN PROGRAM KULIAH SUBUH TPI TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELUARGA ASRAMA PGRI KUNJUR CIPAYUNG JAKARTA TIMUR
70. PENERAPAN MANAJEMEN OPERATIF DALAM PENGELOLAAN SMP MUHAMMADIYAH VIII YOGYAKARTA ( 1993)
71. STUDI TENTANG PENERAPAN CBSA DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMA NEGERI TAYU PATI ( 1993)
72. STUDI KOMPARASI TENTANG PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANTARA SISWA YANG BERASAL DARI MTS DENGAN SISWA YANG BERASAL DARI SMP DI PGAN WATES KULON PROGO ( 1989)
73. STUDI TENTANG PENGARUH BERAT BADAN SEHAT KARNA CUKUP MENU YANG HALAL LAGI BERGIZI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP MUHAMMADIYAH PERTANAHAN KEBUMEN ( WALISONGO 1991)
74. STUDI TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA TINGKAT KELUARGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ISLAM YAYASAN JAMAAH HAJI KAB KLATEN (STUDI TENTANG MATERI DAN METODE) ( 1992)
75. PENERAPAN NOZARIYATUL WAHDAH DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI MTS AL HUDA II JEMPONG KEC JENAWI KAB KARANG ANYAR ( 1997)
76. STUDI TENTANG PENERAPAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM LINGKUNGAN KELUARGA GURU AGAMA NEGERI SMTP DI KEC NGEMPLAK BOYOLALI ( 1992)
77. STUDI TENTANG PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DESA SARIPAN KAB JEPARA ( 1996)
78. STUDI TENTANG PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB ANTARA SISWA ASAL MI DAN SD DI MADRASAH TSANAWIYAH MU’ALIMAT HU KUDUS ( 1990)
79. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KALANGAN REMAJA MUSLIM DI DESA KARANG SARI KAB KULON PROGO (STUDI TENTANG PROBLEMATIKA DAN PEMECAHANNYA) ( 1992)
80. PELAKSANAAN HOZARIYYATU AL-FURU DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMP SALAFIYAH PEKALONGAN ( 1992)
81. HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB DENGAN EXPRESI TULIS SISWA PENDIDIKAN GURU AGAMA NEGRI (PGAN) YOGYAKARTA ( 1988)
82. PERANAN GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN YOGYAKARTA 275-276 DALAM MENUNJANG PEMASYARAKATAN P4 DI SD MUHAMMADIYAH SAPEN YOGYAKARTA ( 1991)
83. KITAB MAKNUL TASHRIF UNTUK PENGAJARAN SHARAF TINGKAT PEMULA ( 1988)
84. USAHA-USAHA KOPERASI UNIT DESA (KUD) DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN (STUDI KASUS) DI KUD SRI RAHAYU KETAWANG REJO PURWOREJO ( 1986)
85. PELAKSANAAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM LINGKUNGAN KELUARGA PEDAGANG MUSLIM DI KOTA DELANGGU KAB KLATEN (STUDI TENTANG MATERI & METODE YANG DIGUNAKAN) ( 1986)
86. PELAKSANAAN PROSES ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI I YOGYA ( 1992)
87. PERANAN DAN AKTIVITAS BALAI BIMBINGAN KEMASYARAKATAN & PENGETASAN ANAK (BISPA) DALAM MENANGGULANGI ANAK NAKAL DI YOGYAKARTA ( 1990)
88. FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991)
89. PEMBINAAN MENTAL AGAMA PADA MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI KEC KETAHUN BENGKULU UTARA ( 1988)
90. PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ISLAM BAGI ANAK-ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA NELAYAN MUSLIM PROPAG KIDUL KAB BREBES (STUDI TENTANG FAKTOR PENDIDIK & ANAK DIDIK)
91. PEMBINAAN KELUARGA BERENCANA DI KEC GUNUNG WUNGKAL KAB PATI JATENG ( 92)
92. STUDI TENTANG SEBAB MUSABAB PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN AL-ITTIHAD DESA WAHYU HARJO KAB KULON PROGO (SEBUAH TINJAUAN HISTORIS) ( )
93. KOPERASI UNIT DESA (KUD) SUMBER RAHARJO (STUDI KASUS TENTANG MENGENAI KEHIDUPAN KUD DI DESA PLAYEN) ( 1983)
94. AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992)
95. STUDI TENTANG PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DESA SARIPAN KAB JEPARA ( 96)
96. STUDI KORELASI ANTARA NEM MASUKAN (RAW INPUT) DENGAN NEM KELULUSAN (OUT PUT) PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI I YOGYAKARTA ( 1992)
97. PENGARUH KEMAMPUAN MEMBACA & MENULIS HURUF AL-QUR’AN DI KALANGAN SISWA KELAS III TERHADAP NILAI PRESTAS
POSTED BY Administrator ON 08.29.07 @ 8:55 pm | 0 Comments
Kumpulan Tesis Kesehatan Masyarakat dan Manajemen Rumsah Sakit
SEMUA FILE BISA DIPEROLEH DI http://www.idtesis.com/
1. PERBANDINGAN PELAKSANAAN PROGRAM KOMPETISI PENGURANGAN SUBSIDI BAHAN BAKAR MINYAK (PKPS-BBM) BIDANG KESEHATAN DIRUMAH SAKIT PEMERINTAH (ANUTAPURA) DENGAN RUMAH SAKIT SWASTA (WOOD WART) DIKOTA PALU PROP SULTENG (,04)
2. PENGEMBANGAN BUKLET SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA CACAT NETRAL (,04)
3. EVALUASI SISTEM DISTRIBUSI, TINGKAT KETERSEDIAAN DAN TINGKAT KONSUMSI, GARAM BERYODIUM PADA DAERAH GONDOK ENDEMIK DIWILAYAH DIANAS KESEHATAN DATI II KAB BANGLI PROP BALI (,99)
4. HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN DAN KINERJA PARA PIMPINAN AKADEMIK KESEHATAN DEPKES DI JAWA TENGAH (,98)
5. HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI INDONESIA (,04)
6. HUBUNGAN ANTARA KEPEMILIKKAN KARTU SEHAT DAN PENGGUNAAN PELAYANAN KESEHATAN PADA BALITA ISPA, STUDI KELUARGA MISKIN DI BATAM (,04)
7. HUBUNGAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI INDONESIA (,04)
8. HUBUNGAN MONITORING PARENTAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA SALAH SATU SMU DI KABUPATEN PURWAREJO (,04)
9. FAKTOR INTERISTIK DAN EKSTRINSIK YANG MEMPENGARUHI KADER FENOL DALAM URIN TENAGA KERJA DI INDUSTRI MEBEL PT MATERINDO KAB SLEMAN YOGYAKARTA (,02) SM 46, SM 65
10. EVALUASI PELATIHAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PUSKESMAS DIKOTA GORONTALO (,04)
11. EVALUASI PROSES PENYUSUNAN PERENCANAAN PROGRAM DINAS KESEHATAN KOTA GORONTALO (,04)
12. CAKUPAN PROGRAM GISI DAN MEKANISME KOORDINASI PADA KELOMPOK KERJA KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI DIKOTA GORONTALO (,04)
13. PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DALAM HUBUNGAN DENGAN SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMUN 1 KOTAMADYA TERNATE PROPINSI MALUKU UTARA (,03)
14. HUBUNGAN PERSEPSI DAN SIKAP REMAJA TENTANG MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA DI SMU KOTA MASOHI MALUKU TENGAH (,04)
15. KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH DAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKOLUSIS PARU DIKABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT (,04)
16. KADAR MERKURI RAMBUT KEPALA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PENDUDUK KELURAHAN TANGKILING KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKARAYA,04)
17. HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN STATUS PENDERITA TUBERKOLUSIS PARU KISTA POSITIF DIKABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2000 (,02)
18. PERILAKU PEREWANG, FASILITAS SANITASI SISA KLOR DAN KOLIFORM TOTAL AIR KOLAM RENANG DI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2004 (04,)
19. FAKTOR INTERISTIK DAN EKSTRINSIK YANG MEMPENGARUHI KADAR FENOL DALAM URIN TENAGA KERJA DI INDUSTRI MEBEL (PT MATERINDO SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) (,05) SM NO 9
20. HUBUNGAN DUKUNGAN FASILITAS KESEHATAN KETERPADUAN PETUGAS DAN RESPON IBU BALITA SAKIT PADA PUSKESMAS YANG MENERAPKAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DI SAMARINDA (,03)
21. SIKAP DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KESEHATAN KETERPADUAN PETUGAS DAN RESPON IBU BALITA SAKIT PADA PUSKESMAS YANG MENERAPKAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DI SAMARINDA (,04)
22. TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP DERMATITIS AKIBAT KERJA PADA TENAGA KERJA DI PT ELITE PRESTIGE FURNITURE YOGYAKARTA (,04)
23. ANALISIS KINERJA PEMBIMBING KLINIK BERDASARKAN PERSEPSI MAHASISWA POLTEKES TERHADAP BIMBINGAN DIRUMAH SAKIT UMUM DR HAULUSY AMBON (,03)
24. PROSES SUPERVISI DINAS KESEHATAN KOTA KE PUSKESMAS DIKOTA BENGKULU (,05)
25. HUBUNGAN PENCAHAYAAN DENGAN KELELAHAN MATA PENGRAJI SULAMAN DIEMPAT ANGKAT CANDUNG KABUPATEN AGAM PROPINSI SUMATERA BARAT (,04)
26. STATUS GIZI, INTELIGENSI DAN PRESTASI BELAJAR MURID SEKOLAH DASAR SUKU BANJAU DIKECAMATAN TINANGGRA KABUPATEN KENDARI (,04)
27. PENINGKATAN KINERJA PENGELOLAAN OBAT PUSKESMAS MELALUI PENERAPAN STANDAR KOMPETISI DISERTAI DISKUSI KELOMPOK KECIL (DKK) DAN UMPAN BALIK DIKOTA KENDARI (,05)
28. EVALUASI PELATIHAN MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA TERHADAP KOMPETISI BIDAN DALAM KUNJUNGAN NEONATUS DIKABUPATEN BUTON PROPINSI SULAWESI TENGGARA (,05)
29. FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA ANAK TUBERKOLOSIS DI INSTALASI KESEHATAN ANAK RS DR SARJITOO (,04)
30. PERANAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU TERHADAP REINFEKSI PENYAKIT CACING PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (,01)
31. SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN BALAI LABORATERIUM KESEHATAN SEBELUM DAN SESUDAH DESENTRALISASI DI DIY (,05)
32. UPAYA PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN PENGOBATAN OLEH PERAWAT DAN DOKTER PADA PASIEN HIPERTENSI BANGSAL RAWAT INAP INTERN RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH DAN RUMAH SAKIT UMUM SWASTA DIKOTA MAKASAR (,04)
33. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL UNTUK PENYUSUNAN RENCANA STRATEJIK UNIT GAWAT DARURAT RSU WONOGIRI (,04)
34. ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA (STUDI KASUS DIKANTOR BKKBN KABUPATEN SERANG) (,99)
35. MANFAAT PEMAKAIAN MASKER TERHADAP PERUBAHAN KADAR FENOL DALAM URIN AKIBAT PAJENA BENZEN DI UNIT PENATALAKSANAAN LIMBAH PT V KALIMANTAN TIMUR, 2000 (,01)
36. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT MALARIA DIKABUPATEN MALUKU TENGAH PROPINSI MALUKU (,03)
37. KONDISI DAN SINER GISME KOMITE MEDIK DAN KOMITE KEPERAWATAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DI PROPINSI JAMBI (,05)
38. PENILAIAN STRATEGI PENGEMBANGAN PUSKESMAS AMPAH SEBAGAI LEMBAGA SWADANA DIKECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO SELATAN (,02)
39. PENGARUH KESEDIAAN OBAT TERHADAP POLA PENGGUNAAN OBAT PADA LIMA PENYAKIT DI PUSKESMAS KOTA PALANGKARAYA (,01)
40. HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN PERTIMBANGAN KEADILAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL KARYAWAN PUSKESMAS DI KABUPATEN MUSI RAWAS (,01)
41. PENGARUH PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH TERHADAP KESEHATAN PRIBADI SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DEPOK YOGYAKARTA (,95)
42. ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN DIDINAS KESEHATAN KOTA PALU PROPINSI SULAWESI TENGAH (,01)
43. SISTIM MANAJEMEN PELAYANAN BALAI LABORATERIUM KESEHATAN SEBELUM DAN SESUDAH DESENTRALISASI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (,05)
44. FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA PENDUDUK DIKABUPATEN WONOGIRI (,97)
45. PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI IBU DAN PERBAIKAN STATUS GIZI BURUK YANG MENDAPATKAN PMT PEMILIHAN DIKOTA SORONG IRIAN JAYA BARAT,04)
46. TERJUAL
47. EVALUASI PENATALAKSANAAN KASUS ISPAANAK DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BRIGJEN HASAN BASRY KANDANGAN KALIMANTAN SELATAN (,04)
48. PENGARUH PENYAKIT INFEKSI TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI PADA ANAK UMUR BAWAH DUA TAHUN DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN (,03)
49. HASIL GUNA TERAPI KOMBINASI GLINER KLAMID PIOLITAZONE DIBANDING GLIBENKLAMID – METFORMIN TERHADAP RESISTENSI INSULIN BERDASARKAN INDEKS HOMO PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE Z DENGAN OBESITAN (,03)
50. EVALUASI PENOBATAN ISPA PUEMONIA BALITA DI PUSKESMAS KABUPATEN SUMBA TIMUR (,02)
51. PETA KETENAGAAN PUSKESMAS DAN UPAYA REDISTRIBUSI TENAGA KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT (,05)
52. DUKUNGAN MANAJEMEN DALAM PELAKSANAAN MTBS DI PUSKESMAS DI KABUPATEN JAYAPURA (,05)
53. ANALISIS KEBUTUHAN DAN DISTRIBUSI TENAGA PUSKESMAS DI KABUPATEN ACEH BESAR (,04)
54. RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA PESERTA WAJIB PT ASKES DIKABUPATEN BANYUMAS (,02)
55. PENGARUH INFEKSI TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI PADA ANAK UMUR BAWAH DUA TAHUN DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN (,03)
56. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT MALARIA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH PROPINSI MALUKU (,03)
57. TERJUAL
58. EVALUASI DETEKSI DINI KARIES DENTIS DI PUSKESMAS BUKIT HINDU KOTA PALANGKARAYA (,02)
59. TERJUAL
60. KESEDIAAN DOKTER SPESIALIS BEKERJA DIDAERAH RAWAN KONFLIK (,05)
61. STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN BERBASIS PERSEPSI PASIEN RAWAT INAP DI RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK (,04)
62. PENGARUH STATUS GIZI MENYUSUI TERHADAP EKSKLUSIFITAL PEMBERIAN ASI DAN PERTUMBUHAN BAYI DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF DR WZ JOHANNES KUPANG (,05)
63. STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN BERBASIS PERSEPSI PASIEN RAWAT INAP DI RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK (,04)
64. KADAR MALONDIAL DEHIDA DAN VITAMIN E PLASMA DARAH PADA KELOMPOK LANSIA YANG MEMPUNYAI KEBIASAAN MENGKONSUMSI IKAN (,00)
60. TERJUAL
66. ANALISIS KEBUTUHAN DAN DISTRIBUSI TENAGA PUSKESMAS DIKABUPATEN ACEH BESAR (,04)
67. KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWTAN DAN PENERAPAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD SONGGOU (,04)
61. TERJUAL
69. BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TTG TOTAL DALAM URINE PENAMBANG EMAS RAKYAT (DIKALIREJO KOKAP KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) (,03)
70. HUBUNGAN STRUKTUR KELUARGA, PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU DAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA KURANG ENAM BULAN DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI 2002-2003) (,05)
71. PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP PERFORMASI FISIK UGD BERDASARKAN EVALUASI PASCA HUNI DI RSUD KABUPATEN BANDUNG
72. PENENTUAN PRODUK UNGGULAN DAN KARAKTER PELAYANAN DI RSUD WANBOYO DAN PASAR BALI (,2006)
73. PEMBERIAN LARUTAN GULA PASIR SECARA ORAL SEBAGAI ANALGENETIK PADA IMUNISASI BAYI (, )
74. HUBUNGAN LOKASI TUMOR OTAK DENGAN GANGGUAN KONGNITIF (,2004)
75. HASIL GUNA PEMBERIAN NUTRISI SUPLEMEN (ROYAL JELLY, PADA PENDERITA STRUK INFARK AKUI) (,2004)
76. PENYAKIT JARINGAN PENDUKUNG GIGI (PERSODONTOL PISEASE) SEBAGAI FAKTOR STRUK ISKEMIK (,2004)
77. EVALUASI KEGIATAN PENGAJARAN PENELITIAN DAN PELAYANAN FORMAKOLOGI KLINIK DI FAKULTAS KEDOKTERAN NEGARA BERKEMBANG
78. PENGGUNAAN ALGORITMA DAN PENGEMBANGAN DIAGNOSTIK MALARIA DI DAERAH HIGH CASE INCIDENCE (HCI) BANJAR NEGARA
POSTED BY Administrator ON @ 8:54 pm | 0 Comments
Kumpulan Skripsi Psikologi
SEMUA FILE BISA DIPEROLEH DI http://www.idtesis.com/
1. HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MONOPAUSE (,04)
2. HUBUNGAN ALEXITHYMIA DENGAN DEPRESI (,02)
3. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP KONDISI FISIK LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEBUTUHAN BERPRESTASI KARYAWAN INSTALASI PENJERNIHAN I, II, III PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTAMADYA DATI I SURABAYA (,93)
4. PERBEDAAN EFEKTIFITAS METODE KEYWORD IMAGERY YANG DIBANTU DALAM MEMBUAT GAMBAR MENTAL DAN YANG TIDAK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN INGATAN JANGKA PANJANG (,04)
5. PERSEPSI ISTRI TENTANG KEHARMONISAN KELUARGA DITINJAU DARI USIA MENIKAH DI KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN (,95)
6. HUBUNGAN ANTARA PERILAKU RELEGIUSITAS DAN TOLERANSI TERHADAP AGAMA LAIN PADA MAHASISWA KRISTEN DI GEREJA HKBP YOGYAKARTA (,04)
7. HUBUNGAN KONFLIK PERAN GANDA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA GURU WANITA SEKOLAH MENENGAH UMUM (04)
8. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG MANFAAT SEKOLAH DENGAN MINAT BELAJAR (92,)
9. PERBEDAAN JOB PERFORMANCE DITINJAU DARI PERILAKU COPING KARYAWAN PADA PERAWAT RSU LAVALETTE DI MALANG (96)
10. EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INTERPEKSIONAL ORANG TUA DAN KEHARMONISAN KELUARGA HUBUNGANNYA DENGAN PENYESUAIAN DARI PADA SISWA SMA PIRI II YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 92/93 (,92)
11. HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI KEAGAMAAN INTRINSIK DENGAN KEMASAKAN EMOSI PADA ANGGOTA TNI ADA (,03)
12. HUBUNGAN ANTARA KEKERASAN TERHADAP ISTRI DENGAN POLA ASUH OTORITER IBU (,02)
13. HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRESS SISWA SEKOLAH PENERBANG TNI AU DI YOGYAKARTA (,96)
14. PERBEDAAN TINGKAT CARA MENGATASI STRESS DALAM AKTIFITAS KULIAH ANTARA MAHASISWA PSIKOLOGI DAN PSIKOLOGI (,04)
15. HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN INTELEGENSI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA KARYAWAN PT RIAU ANDALAN PULP AND PAPER (RAPPO PANGKALAN KERINCI PAHLAWAN RIAU) (,05)
16. HUBUNGAN PERSEPSI PEMAIN SEPAK BOL A TERHADAP METODE YANG DIGUNAKAN PELATIH MOTIVASI BERPRESTASI PADA PEMAIN SEPAK BOLA (,03)
17. HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL INTERNAL DENGAN SELF REGULATED LEARNING (,05)
18. PERBEDAAN SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL SEBELUM MENIKAH PADA REMAJA PRIA YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA DAN YANG KOST (,95)
19. STUDI KORELASI ANTARA SIKAP INDIVIDU TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA SISWA KELAS II SMP MUHAMMADIYAH I YOGYAKARTA TH 1995/1996 (,05)
20. HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP BIMBINGAN KARIR DAN MOTIF KERJA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS III SMK PIRI YOGYAKARTA (1995,)
21. PENYESUAIAN SOSIAL PURNAWIRAWAN PERWIRA MENENGAH TNI (DH ABRI) MALANG (,00)
22. PENGARUH MENONTON VCD YANG BERTEMA KEPAHLAWANAN TERHADAP SIFAT KE PIMPINAN PADA ANAK (,05)
23. HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI HUNIAN REL KERETA API DI DAERAH TUKANGAN, BADRAN DAN GENDENG YOGYAKARTA (,05)
24. PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN DAN PERSEPSI MASA DEPAN PADA REMAJA (,05)
25. HUBUNGAN ANTARA SIDROM PASCA KEKUASAAN DENGAN KEPUASAN HIDUP PADA PENSIUNAN KARYAWAN PERTAMINA GOLONGAN PIMPINAN DISURABAYA (,98)
26. HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN BERAGAMA DENGAN PERILAKU ALTRUISTIK PADA MAHASISWA UII (,03)
27. PERBEDAAN KREATIVITAS ANTARA MURID YANG MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER MELUKIS DENGAN MURID YANG TIDAK MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER MELUKIS DI TK BATIK PPBI YK (,04)
28. HUBUNGAN AKTUALISASI DIRI DENGAN KEBERMAKNAAN HIDUP KAUM HOMOSEKSUAL (04,)
29. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA OTORITER DENGAN KECENDERUNGAN EMOTIONAL FOCUSED COPING PADA REMAJA (,05)
30. MINAT BEROLAHRAGA DITINJAU DARI PERSEPSI TENTANG KESEHATAN PADA PRIA USIA DEWASA MADYA (,02)
31. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERKAWINAN DENGAN INTENSI MELAYAN PADA WANITA (,05)
32. PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI AKADEMIS ANTARA SISWA SEKOLAH DASAR PROGRAM AKSELORASI DENGAN SISWA SEKOLAH DASAR PROGRAM REGULER ( ,04)
33. HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PENSIUN (,05)
34. MENDONGENG DAN KEMAMPUAN BEREMPATI ANAK (,05)
35. HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI (,04)
36. KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU AGRESIP PADA REMAJA (,05)
37. HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KOMITMEN KARYAWAN TERHADAP PERUSAHAAN (,03)
38. HUBUNGAN LOCUS OF CONTROL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI (,03)
39. MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI PERSEPSI SISWA TERHADAP GURU DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA (,03)
40. HUBUNGAN ANTARA INTENSI MENONTON FILM DRAMA ROMANTIS DI TELEVISI DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA (,05)
41. EFEKTIFITAS PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (,03)
42. INTENSI PROSOSIAL DAN KECANDUAN INTERNET PADA CHATTER DI YOGYAKARTA (,02)
43. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DENGAN REDIGIUSLTAS PADA SISWA KELAS II SMA MUHAMADIYAH I PURWAKERTA (,05)
44. HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PENGASUHAN PERMISIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA D3 EKONOMI AKUNTANSI UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA (,05)
45. PENGARUH MINAT MENJADI GURU TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SLTP NEGERI 13 MALANG (,97)
46. PENERIMAAN DIRI PADA LANJUT USIA DITINJAU DARI KEMATANGAN EMOSI (,02)
47. SUCCESFUL AGING PADA LANJUT USIA DITINJAU DARI AKTIFITAS DAN KEBERMAKNAAN HIDUP (,05)
48. KEMANDIRIAN REMAJA AKHIR PEREMPUAN DITINJAU DARI HARGA DIRI DAN SIKAP SADAR GENDER (,01)
49. STUDI KORELASI ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN TERMASUK DENGAN PRESTASI BELAJAR ILMU KEPERAWATAN PADA SISWA KELAS II DAN III SPK PANTI RAPIH YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 93/94,(95)
51. AGRESI RESASIONAL REMAJA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN ASAL SEKOLAH (,06)
51. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MASA PENSIUNAN PADA MASA PENSIUNAN (,00)
51. HUBUNGAN ANTARA LAMA MENDALAMI AKTIVITAS MENARI KLASIK JAWA DENGAN KECERDASAN EMOSI PADA PENARI (,04)
51. HUBUNGAN ANTARA MOTIF BERAFILASI DENGAN LOYALITAS PADA KADER PARTAI KEADILAN DI KABUPATEN SLEMAN (,03)
51. KEMAMPUAN NEGOISASI DITINJAU DARI KETRAMPILAN KOMUNIKASI DAN JENIS KELAMIN (,01)
51. HUBUNGAN ANTARA IMOGININORY AUDIENCE DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA (,05)
51. PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERITAAN MATERI HAFALAN POLA AWAL DARI PERTEMUAN & AKHIR PERTEMUAN TERHADAP REPRODUKSI HAFALAN DOA PADA SANTRI TK ALGORAN (,98)
51. SEMANGAT KERJA KARYAWAN DI PADANG DARI INSENTIF PADA BAGIAN PRODUKSI PERUSAHAAN (,98)
50. HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN CITRA RAGA REMAJA AWAL DILIHAT DARI PERKEMBANGAN FISIK (,02)
51. HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TERHADAP KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA ANGGOTA CLIGOE (,02)
61. KUALITAS KELEKATAN DAN KEMAMPUAN BEREMPATI PADA ANAK (,00)
61. HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERKAWINAN DENGAN KECEMASAN ‘SANGKAR KOSONG’ PADA PASANGAN SUAMI ISTRI LANJUT (,00)
61. HUBUNGAN ANTARA PELUANG PENGEMBANGAN KARIR DAN JAMINAN SOSIAL DENGAN SEMANGAT KERJA DIDERREKTORAT PRODUKSI DI PT SEMEN GRESIK (PERSERO) (,98)
61. HUBUNGAN KOMPETENSI INTERNASIONAL DENGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN (,02)
61. PEMBERIAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN MATERI HAFALAN DOA DI AWAL PERTEMUAN DAN AKHIR PERTEMUAN TERHADAP REPRODUKSI HAFALAN DO’A PADA SANTRI (,97)
POSTED BY Administrator ON @ 8:53 pm | 0 Comments
Kumpulan Skripsi Manajemen
SEMUA FILE BISA DIPEROLEH DI http://www.idtesis.com/
1. PENGARUH KEBIJAKAN HARTA TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PAKAIAN JADI PADA RAMAYANA DEPARTEMENT STORE MALANG (UMM,2004)
1. PELAKSANAAN QUALITY CONTROL YANG EFEKTIF GUNA MENGURANGI KERUSAKAN PRODUK PADA PERUSAHAAN SHUTTLE COCK NASIONAL MALANG (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN BAURAN PROMOSI YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PT COKELLA MEBELINDO PASURUAN (UMM,2001)
1. PENERAPAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK CAP “CANGKIR GADING” NGANJUK (UMM,2001)
1. ANALISIS PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK DJARUM PADI MALANG (UMM,2003)
1. ADVERSITING YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL UKIR CV SANTOSA JEPARA JATENG (UMM,2000)
1. EVALUASI PENENTUAN TARIP BOP SEBAGAI DASAR EFISIENSI BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PT INDOMARINE FACTORY SINGOSARI MALANG (UMM,1998)
1. PENGARUH KEDISIPLINAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL JATI WARNA MADIUN (UMM,2003)
1. PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI (UMM,2002)
1. KEBIJAKAN SALURAN DISTRIBUSI GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN UMUM “AGUNG” NGORO JOMBANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN QUALITY CONTROL GUNA MENEKAN TINGKAT KERUSAKAN HASIL PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KECAP CAP “LARON” TUBAN
1. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PRODUK DALAM RANGKA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TEGEL “BUKIT BARISAN” PANDAN WANGI MALANG (UMM,2001)
1. PENGARUH MEDIA ADVERTISING UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK (PR) NANGKA BOJONEGARA (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN STRATEDI PEMASARAN YANG TEPAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT ASURANSI JASINDO CABANG MALANG (UMM,2000)
1. ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN YANG DIUKUR DENGAN RASIO PRIORITAS TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN ROKOK YANG GO PUBLIK DI BEJ (UMM,2002)
1. PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN BEIERSDORT INDONESIA COSMETIC SINGOSARI MALANG (UMM,2003)
1. PERANAN PROMOSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN PANGSA PASAR UNTUK DAERAH PEMASARAN YANG POTENSIAL PADA PERUSAHAAN TISSUE “EVOL CLERN” MALANG (UMM,2001)
1. PENGARUH PROMOTIONAL MIX TERHADAP TINGKAT HUNIAN HOTEL LOMBOK RAYA (UMM,2004)
1. KEBIJAKSANAAN PROMOSI DAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KULIT PT KASIN MALANG (UMM,2003)
1. PERAN PELAKSANAAN ADVERTISING TERHADAP PENJUALAN POKOK STAR MILD PADA PERUSAHAAN PT BENTOEL PRIMA MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI DAN PERSONAL SELLING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT SUMBER TAMAN KERAMIKA INDUSTRI PURBOLINGGA (UMM,2003)
1. ANALISIS BIAYA KUALITAS PADA PERUSAHAAN PT INDUSTRI SANDANG NUSANTARA (PERSERO) UNIT LAWANG (UMM,2002)
1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK KELANCARAN PRODUKSI PADA PT ANEKA N\BANOSAKTI GEMPOL-PASURUAN (UMM,2004)
1. PENGARUH ADVERTISING DAN PROMOSI PENJUALAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROTAN PT PROSPEK ANUNGGAL ERA INDUSTRI GORO-MOJOKERTO (UMM,2004)
1. PENGARUH PROMOTIONAL MIX TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT INKOR BOLA PACIFIC PASURUAN (UMM,2002)
1. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PROMOTIONAL MIX TERHADAP NILAI PENJULAN PADA PT INDOMARINE DIVISI BOILER SINGOSARI (UMM,2002)
1. PENGARUH KEBIJAKAN HARGA DAN ADVERTISING GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN KAMAR HOTEL PELANGI MALANG (UMM,2003)
1. ANALISIS PERENCANAAN PRODUKSI DAN TINGKAT PENGGUNAAN BAHAN BAKU UTAMA PADA PERUSAHAAN SARUNG TENUN “PELANGI” DI CAWANG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN KEDISIPLINAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PENJUALAN PADA PT SARI NAN (PERSERO) CABANG MALANG (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN QUALITY KONTROL YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK PADA “PT SULINDO MAS JAYA” PANDAAN (UMM,2001)
1. ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMUTUSKAN PEMBELI PRODUK ROKOK SAMPURNA MILD (STUDY KASUS PADA MAHASISWA UNMER MALANG FAK HUKUM ANGKATAN 2001) (UMM,2003)
1. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN MEMILIH PROGRAM STUDY D3 MANAJEMEN INFORMATIKA UNIVERSITAS MERDEKA MALANG (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PRODUK YANG TEPAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KRUPUK UD SUPER SURABAYA (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN DISIPLIN KERJA YANG EFEKTIF MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA UD TESTOYA MALANG (UMM,2003)
1. PENTINGNYA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PRODUK POCARI SWEAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT OTSUKA INDONESIA LAEWANG MALANG (UMM,2004)
1. ANALISIS PENGARUH DIVERSIFIKASI PRODUK DENGAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KERAMIK BETEK DOEA MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI TERHADAP NILAI PADA PERUSAHAAN ROKOK GANDUM MALANG (UMM,2003)
1. (OUT) PELAKSANAAN MEDIA ADVERTISING YANG EFEKTIF DALAM USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KONFEKSI THREE MANGGIS KOLLECTION GRESIK (UMM,2002)
1. ANALIS BIAYA KUALITAS PADA HOTEL PELANGI MALANG (UMM,2002)
1. ANALISIS PENGARUH ADVERTENSI DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KOPI BUBUK CAP “BURUNG JALAK” MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN PROMOSIONAL MIX YANG EFEKTIVE DALAM RANGKA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN JASA KAMAR PADA HOTEL ARMI MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH INSENTIP TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PADI MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH TINGKAT ABSENSI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI
1. PENGARUH PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI YANG EFEKTIF DALAM UPAYA PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN SEPATU “TWEKEY” MALANG (UMM,2003)
1. PENTINGNYA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PRODUK UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL CV “JATI BERSAMA” MALANG (UMM,2001)
1. PERAN PELATIHAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA PADA PT JATI TENGAH PERDANA JAKARTA (UMM,2003)
1. PENGARUH PROMOTIONAL MIX TERHADAP VOLUME PENJUALAN PRODUK KOPI PADA PT PERUSAHAAN KOPI “SUMBER AGUNG” MALANG (UMM,2003)
1. ANALISIS PELAKSANAAN STRATEGI PEMASARAN PADA NUGRAHA SWESTIKA OKYZA (NSO) GRESIK (UMM,2004)
1. PENGARUH KEDISIPLINAN KERJA PEGAWAI PADA PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN MINYAK DAN GAS JL SUROGO NO 1 CEPU (UMM,2001)
1. PENGARUH FAKTOR ADVERTISING DAN SALES PROMOSION TERHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERKEBUNAN YAYASAN BHIRAWA ANORANG MALANG (2002)
1. PENGARUH PELAKSANAAN ADVERTISING TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENGUNJUNG PADA PANTAI BALKKAMBANG DI KABUPATEN MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH KEDISIPLINAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN TENUN NASIONAL SARTIMBOEL NGURUT TULUNG AGUNG (UMM,2003)
1. ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT GUDANG GARAM TBK DI BURSA EFEK JAKARTA (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN SIANGHAI MACAN (UMM,2003)
1. ANALISIS PELAKSANAAN ADVERTISING DALAM USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KOPI “SUMBER AGUNG” DI MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH INSENTIF TERHADAP TINGKAT PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PAD PERUSAHAAN KOPI “SUMBER AGUNG” DI MALANG (UMM,2003)
1. ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP TRANSAKSI VOLUME SAHAM LQ 45 PADA PT BURSA EFEK JAKARTA (UMM,2004)
1. ANALISIS PELAKSANAAN MARKETING MIX PADA PERUSAHAAN ROTI PT “SUMY BOY” MALANG (UMM,2002)
1. HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN KERJA DAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN COMPOUND PT VICTORY RUBBER, OUT SALE INDUSTRI LAWANG (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN QUALITY CONTROL YANG EFEKTIF DALAM USAHA MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK PADA PERUSAHAAN BATIK “MADE SUTA” BALI (UMM,2003)
1. PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT PABRIK TEKSTIL KASRIE PANDAAN (UMM,2003)
1. PENGARUH PENDIDIKAN PELATIHAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT SOPANUSSA TISSUE MOJOKERTA (UMM,2002)
1. PENGATURAN TATA LETAK (LAY out) PELAYANAN PADA PT POS INDONESIA (PERSERO) KANTOR POS MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH KEBIJAKSANAAN HARGA GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJULAN PADA PERUSAHAAN NOGOMAS ENGINEERING PLASTIK (TEPIN) MALANG (UMM,2003)
1. PERANAN QUALITY CONTROL YANG EFEKTIF DALAM USAHA MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA PT KERTAS BASUKI RAHMAT BANYUWANGI (UMM,2003)
1. PENGARUH RESIKO SISTIMATIK DAN LIKUIDITAS TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM PERUSAHAAN-PERUSAHAAN LQ 45 GO PUBLIK BEJ (UMM,2004)
1. PERANAN SALES PROMOSION YANG EFEKTIF DALAM RANGKA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN RAKET “GONEX” MALANG (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN ADVERTISING DAN SPESIAL SALES PROMOSION YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN ……….. PADA TREVEL PONDOH INDAH KEDIRI (UMM,2003)
1. PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN HOSANA PLASTIK MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PRODUK YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TENUN “CV GOENO NGUNUT TULUNG AGUNG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENGESIFISIENSIKAN BIAYA PENDISTRIBUSIAN PADA PERUSAHAAN ROKOK DALAS MALANG (UMM,2002)
1. ANALIS PENGARUH LATIHAN DAN PEMBANGUNAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN BATIK TULIS CITRA TUBAN (UMM,2002)
1. ANALIS UNEAR PROGRAMMING DALAM MENENTUKAN KOMBINASI PRODUK YANG OPTIMAL SEBAGAI UPAYA MENCAPAI KEUNTUNGAN MAKSIMAL PADA PERUSAHAAN TENUN SEBELAS GRESIK (UMM,2003)
1. PERANAN INSENTIF DALAM USAHA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN SEPATU FIFAS MALANG (UMM,2002)
1. PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT GRAHADI SUPER MULIA MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PENJUALAN PADA PT TOPINDO ATLAS ASIA SEMARANG (UMM,2003)
1. PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT SUKOREJO INDAH TEXTILE SUKOREJA PASURUAN (UMM,2003)
1. PENGEMBANGAN PRODUK DALAM USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN SEPATU PT KARYA MITRA PANDAAN (UMM,2003)
1. PENERAPAN LAY OUT SECARA TEPAT GUNA MENINGKATKAN TARGET PRODUKSI PADA PT SUMBER YALASAMUDRA, MUNCAR BANYUWANGI (UMM,2002)
1. PENGARUH ADVERTISING DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PAD PERUSAHAAN TEGEL BETON “SUBUR” DI PONOROGO (UMM,2002)
1. PENGARUH ADVERTISING TERHADAP PENJUALAN RUMAH PADA PT BUMI MENTARI MEGAH SIDOARJO (UMM,2004)
1. UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN KERJA GUNA MENUNJANG PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA CV “INDAH CEMERLANG” MALANG (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PROMOSIONAL MIY GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TEGEL “INDAH CEMERLANG” SINGOSARI (UMM,2003)
1. PENTINGNYA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT SARI JATI ADHITAMA BEKASI (2003)
1. ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MELAKUKAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA TELEKOMUNIKASI PADA PT TELEKOMUNIKASI KONCATEL LAMONGAN (UMM,2003)
1. PENGARUH SARANA DAN PRASARANA PRODUKTIFITAS TERHADAP KUALITAS PROSES PENCIPTAAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERDEKA MALANG (UMM,2004)
1. PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROTI “SALWA” DURENAN TRENGGALEK (UMM,2004)
1. PERANAN KEHADIRAN KARYAWAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI DI PERUSAHAAN LIMUN “SEGAR” JOMBANG (UMM,2003)
1. PENGAWASAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU YANG TEPAT DALAM MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK “VALAS” MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEDISIPLINAN KERJA KARYAWAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN DALAM BIDANG PRODUKSI PADA PT PADA PT ASTRO KIMIA GRESIK (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN KEBIJAKSANAAN HARUM DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN JASA KAMAR PADA HOTEL PELANGI MALANG (UMM,2002)
1. ANALIS VARIABEL-VARIABEL MARKETING MIX TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK DJANGGER PONDAN PASURUAN (UMM,2004)
1. PENGARUH SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA (SBI) DAN KURS DOLLAR TERHADAP INDEX HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BEJ (UMM,2000)
1. PERANAN SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI YANG EFEKTIF DALAM USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK CANGKIR MAS TANGGULANGIN (UMM,2003)
1. PENGARUH SEMANGAT DAN KEGAIRAHAN KERJA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PERCETAKAN DWIPAYANA MANNA (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PENGAWASAN KUALITAS YANG TEPAT GUNA MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA PERUSAHAAN SEPATU “MULTI WENA” MALANG (UMM,2003)
1. PENERAPAN STRATEGI MARKETING YANG TEPAT BAGI PERUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TISSUE COLOGNE “COOL CLEAN”
1. STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KOPI BUBUK “BURUNG JALAK” MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PERUSAHAAN SAMBEL PECEL KARANG SARI BLITAR JATIM (UMM,2002)
1. PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TENUN NASIONAL CV GUENO NGUNUT TULUNG AGUNG (UMM,2002)
1. PENAMBAHAN MEDIA ADVERTENSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PT INDOSPORT JAYA JAKARTA (PEMEGANG LISENCE DAN DISTRIBUTOR TUNGGAL MERK PUMA (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN MAINTENANCE YANG EFEKTIF DALAM MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA UD ARJASA BATU (UMM,2002)
1. PERLUNYA PELAYANAN DAN ADVERTISING GUNA MENINGKATKAN TINGKAT ACCUPANCY PADA “CEMARA INDAH HOTEL & RESTORANT BROMO PURBOLINGGO (UMM,2003)
1. PENGARUH KEDISIPLINAN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK “DJAGUNG PADI” MALANG (UMM,2002)
1. PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA CABANG MALANG MARTADINATA (UMM,2002)
1. PENGARUH BAURAN PROMOSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KEMBANG GULA LAJU KARYA DI SUMBER PUCUNG MALANG (UMM,2003)
1. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK SABUN DETERJEN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UMM (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PENGAWASAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (FELDSPAR) YANG EFEKTIF UNTUK KELANCARAN PROSES PRODUKSI PAD PERUSAHAAN KERAMIK YAN’S DINOYO MALANG (UMM,2002)
1. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT MULTI GRAHA KENCANA ASRI MALANG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TEGEL UBIN “ABADI” MADIUN (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI DAN ADVERTISING YANG TEPAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK AKHAS MALANG (UMM,2003)
1. PERANAN PROMOSI DAN SALURAN TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN CV BINA PUSTAKA TAMA SURABAYA (UMM,2001)
1. PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN BRSD KEPANJEN MALANG (UMM,2001)
1. HUBUNGAN PEMBERIAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT BIMA SAWIT ABADI PRATAMA SAWIT (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PROMOTIONAL MIX TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT SEMEN GRESIK (PERSERO) TBK (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN ADVERTISING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN “BETON AGUNG” TRENGGALEK (UMM,2000)
1. ANALISIS HUBUNGAN RESIKO INVESTASI DAN TINGKAT KEUNTUNGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC YANG TERGOLONG BLUE CUP DI BURSA EFEK JAKARTA (UMM,2004)
1. PERANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA PADA PT ULTRA JAYA BEDALI LAWANG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN STRATEGI PEMASARAN YANG TEPAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PAD DEALER SEPEDA MOTOR SUZUKI CV LINTANG SEJATI MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN PENGAWASAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU YANG TEPAT DALAM MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK “VALAS” KEDUNG KAMBANG MALANG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK PT GHIMSUM MALANG (UMM,2001)
1. PENGARUH PROMOTIONAL, MIX TERHADAP PENINGKATAN OCCOPECIY PADA HOTEL INTERNASIONAL (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU GUNA MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA PERUSAHAAN GERMEN PT PANCA MITRA ICNIGOJAYA MALANG (UMM,2001)
1. ANALISIS PENGARUH ADVERTISING TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA CV PANDU WIRA BOJONEGARA (UMM,2003)
1. PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN JASA KAMAR PADA HOTEL GRAHA CAKRA MALANG (UMM,2003)
1. STRATEGI PELAYANAN JASA DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PT ASTRA INTERNASIONAL TBK AUTO 2000 CABANG A YANI SURABAYA (STUDI PADA SERVICICE SPARE PART DEPARTEMENT) (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PENGAWASAN KUALITAS PADA PERUSAHAAN KOMPOR CAP SINAR JAYA MALANG (UMM,2003)
1. SALURAN DISTRIBUSI YANG TEPAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PAD PERUSAHAAN TENUN PELANGI LAWANG-LAWANG (UMM,2003)
1. PENGARUH ABSENSI KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KRUPUK PANDA DAN UNYIL SIDOREJO (UMM,2003)
1. ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI SARANA EVALUASI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG GO PUBLIC DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA PT BURSA EFEK SURABAYA) (UMM,2000)
1. ADVERTISING DAN SALURAN DISTRIBUSI SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PAD PT “SASA INTI” PROBOLINGGO (UMM,2001)
1. PENGARUH PELAKSANAAN SELEKSI TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PDAM KABUPATEN MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN PROMOSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN TINGKAT PENJUALAN PADA HOTEL MANYAR BANYUWANGI (UMM,2000)
1. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU GUNA MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI PADA PT SUMBERRAYA KENDIMASINDO MALANG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PAD CV PANDU EKA TJIPTO DENPASAR-BALI (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN PERSONAL SELLING DAN ADVERTISING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN POLIS ASURANSI PADA AJB BUMI PUTERA 1912 WONOKROMO SURABAYA (UMM,2004)
1. HUBUNGAN ANTARA SALURAN DISTRIBUSI DENGAN TINGKAT PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK “BOKOR MAS” MOJOKERTO (UMM,2001)
1. KEBIJAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KOPI BUBUK “SUMBER AGUNG MALANG” (UMM,2001)
1. PENGARUH BAURAN PROMOSI DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN SARUNG PADA “CV TAMARA” GRESIK (UMM,2004)
1. PENTINGNYA PELAKSANAAN PENGAWASAN UALITAS PRODUK DALAM RANGKA PENCAPAIAN STANDAR MUTU PADA PERUSAHAAN TEGEL KARYA BARU MALANG (UMM,2002)
1. MENGEFEKTIFKAN ADVERTISING DALAM RANGKA UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK CV ULUNG DISUMBER REJA BOJONEGARA (UMM,2001)
1. KEBIJAKAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KONFEKSI PT POMKAMITRA ICHIGOJAYA MALANG (UMM,2000)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN SANTLEE COCK “MEMORY” NGANJUK (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN ADVERTISING YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA CV ARJE (AW) JAYA MALANG (UMM,2001)
1. ANALISIS HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KACANG SANGHAIGANSAR NGUNUT TULUNG AGUNG (UMM,2002)
1. ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KACBORDIR “VOXI-73” PONDAN (UMM,2002)
1. PENGARUH TINGKAT ABSENSI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KECAP CAP BELIMBING PAMENGKASAN (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN FLOW CONTROL YANG EFEKTIF DALAM PROSES PRODUKSI PADA PERUSAHAAN GULA MERAH UD SUMBER RAHAYU KEDIRI (UMM,2001)
1. ANALISIS PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN GULA MERAH ROKOK CV SUKET TEKI MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN RUMAH TIPE 21,36,45 PADA PT UNICORA AGUNG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN KOVERTISING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA MATAHARI DEPARTEMEN STORE MALANG (UMM,2001)
1. PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA KOPERASI INTAKO TANGOLANGIN SIDOARJO (UMM,2000)
1. ANALISIS PELAKSANAAN PROMOSI SERTA SALURAN DISTRIBUSI UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KONFEKSI CV BOY MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT INDAMAYU TEXTINDO KUDUS (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN ADVERTISING YANG EFEKTIF PADA PERUSAHAAN ROKOK “DJAGUNG PRIMA” MALANG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN BISKUIT SLAMET SIDOARJO (UMM,2001)
1. ANALISA LINE BALANCING YANG TEPAT GUNA MENCAPAI TARGET PRODUKSI DI PT PETROKIMIA GRESIK (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN ADVERTISING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PABRIK ROKOK PT BENTOEL PRIMA BOJONEGARA (UMM,2003)
1. PENGARUH LATIHAN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MEBEL “UD SAMPURNA” PASURUAN (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN MAINTENANCE YANG EFEKTIF TERHADAP MESIN-MESIN PRODUKSI GUNA MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI PADA PERUSAHAAN VYEANCIS COSMESTIK DI BARAT(UMM,2002)
1. PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT INDONESIA MARINE DIVISI BOILER SINGOSARI (UMM,2003)
1. PENGARUH LATIHAN DAN PEMBANGUNAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT PG KEBON AGUNG MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN PEMBERIAN INSENTIF GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN MEBEL CV PANDU WIRA BOJONEGARA (UMM,2001)
1. PENGARUH PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA TERHADAP TINGKAT PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT SOEDALI SEJAHTERA PANDAAN (UMM,2003)
1. ANALISIS PENGARUH KEDISIPLINAN KERJA TERHADAP TINGKAT PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN ROKOK WELAS ASIH MALANG (UMM,2002)
1. ANALISIS FAKTOR MARKETING MIX YANG TEPAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TEGEL CV INDAH CEMERLANG MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI DALAM PENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT CANGKIR MAS SIDOREJO (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI DAN ADVERTISING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN JAMU “TAWON KLANCENG” BANYUWANGI (UMM,2003)
1. PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN YANG TEPAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT ARTIS SANJAYA INTERNUSA MAKMUR MALANG (UMM,2003)
1. PENENTUAN SAHAM YANG PALING MENGUNTUNGKAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (EAPM) PADA 2 0 BOGEST MARKET CAPITALIZATION (PENELITIAN PADA POJOK BEJ) (UMM,2003)
1. PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) SURABAYA (UMM,1999)
1. PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI DAN PERIKLANAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN UMUM “SEGAR” JOMBANG (UMM,2003)
1. ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT EVALUASI KINERJA KEUANGAN PADA PT AGUA GOLDEN MISSISSIPPI TBK DAN PT ADES ACFINDO PUTRA SETIA TBK (UMM,2002)
1. ANALIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PASTA GIGI DI RATU SUPERMARKET MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PRODUK DAN PROMOSI YANG TEPAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN MEBEL WIJAYA DI TUBAN (UMM,2003)
1. ANALISIS PENGARUH VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM TERAKTIF DI BURSA SM JKT (UMM,2000)
1. HUBUNGAN SALURAN DISTRIBUSI DENGAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PT KUSUMA TEX YOGYAKARTA (U WIDYA MATARAM,2000)
1. PENGARUH ADVERTISING DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN JAMU PT PAYUNG PUSAKA KEDIRI (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PEMELIHARAAN MESIN PRODUKSI YANG EFEKTIF GUNA MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA PR SANTOSA KARANG PLOSO MALANG (UMM,2002)
1. PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PADA PT PAYUNG PUSAKA JAYA KEDIRI (UMM,2003)
1. PENTINGNYA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PRODUK SUSU SAPI PERAH GUNA MENINGKATKAN HASIL PENJUALAN PADA KOPERASI “SAE” PUJON MALANG (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN PREVENTIVE MANTENANCE YANG EFEKTIF GUNA MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MEBEL PT WONOJATI KEDIRI (UMM,2000)
1. PERANAN SALURAN DISTRIBUSI DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KRUPUK “MEKAR JAYA” DI SEPURU PAROKAN MADURA (UMM,2003)
1. PENGARUH VARIABEL PROMOTIONAL MIX TERHADAP VOLUME PENJUALAN JASA KAMAR PADA HOTEL PELANGI MALANG (UMM,2001)
1. PENGARUH PROMOSIONAL MIX GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TEGEL CV ABADI PURWADADI PASURUAN (UMM,2002)
1. PENGARUH PELATIHAN BAGI KARYAWAN HOTEL TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA HOTEL KARTIKA WIJAYA BATU MALANG (UMM,2003)
1. PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL “ANIKA USAHA” LAMONGAN (UMM,2002)
1. HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN (KARUNG) PT TEJA JAYA UTAMA MALANG (UMM,2001)
1. PERANAN RAMALAN PENJUALAN SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PRODUKSI PADA INDUSTRI KERAMIK PENDOWO MALANG (UMM,2001)
1. PELAKSANAAN MARKETING MIX YANG TEPAT GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN COLOGNE TISSUE “COOL CLEAN” MALANG (UMM,2003)
1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMUTUSKAN MEMBELI PRODUK MI INSTANT INDOMIE (UMM,2002)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KERAMIK “SOEKARDI” MALANG (UMM,2002)
1. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA KOPERASI “SAE PUJON” (UMM,2002)
1. PERANAN SALURAN DISTRIBUSI DAN ADVERTISING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KOPI BUBUK CAP “JAMU METE” KENDARI SULTRA (UMM,2001)
1. STRATEGI ADVERTISING YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL BASUKI LACAS ART GALLERY SINGOSARI-MALANG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN SALURAN DISTRIBUSI DAN PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KACANG SHANGHAI “MACAM” NGUNUT TULUNG AGUNG (UMM,2003)
1. PELAKSANAAN ADVERTISING YANG EFEKTIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL “INDAH” JATI NEGARA TUBAN (UMM,1998)
1. PENGARUH ADVERTISING TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA UD LIMA BELAS MOTOR PAMEKASAN,2001
1. PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TENUN NASIONAL CV GOANA NGUNUT TULUNG AGUNG (UMM,2000)
1. PERANAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN CARTON BOX PT KEMAS SUPER INDONESIA SINGOSARI MALANG (UMM,2003)
1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN MEMBELI MAKANAN DIRUMAH MAKAN “MITRA” CAROBAN (UMM,03)
1. PELAKSANAAN BAURAN PROMOSI YANG EFEKTIF SEBAGAI USAHA MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN PADA CV
POSTED BY Administrator ON @ 8:53 pm | 0 Comments
TESIS MANAJEMEN
SEMUA FILE BISA DIPEROLEH DI http://www.idtesis.com/
1. IKLIM ORGANISASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BANK BPD DIY CABANG SLEMAN (,01)
2. ANALISA POSITIONING TELEPON SELULER TELKOMSEL PRABAYAR (SIMPATI) DIANTARA PESAINGNYA BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN DISLEMAN (,02)
3. ANALISA STRATEGI MERGER PADA PT BANK DANAMON INDONESIA (,2004)
4. ANALISIS KINERJA PDAM KABUPATEN BIMA (,04)
5. ANALISIS STRATEGI BISNIS UD SRIDADI PURWAREJA (,03)….
6. ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR PENDANAAN DAN PENGARUHNYA BERSAMA BEBAN RETURN ON ASSET TERHADAP RENTABILITAS MODAL SENDIRI (,03)
7. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMOTIVIKASI LOYALITAS DEBITUR KREDIT KONSUMSI BANK BPD DIY CABANG WATES (,03)
8. ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA (,03)
9. ANALISIS KEPUASAN NASABAH TERHADAP KUALITAS PELAYANAN BANK BPD DIY CABANG SLEMAN (,01)
10. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR KEUANGAN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI TEKSTIL DAN BASMEN YANG SUDAH GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 1998-2003
11. AUDIT PEMASARAN BERDASARKAN STRATEGI MARKETING PLUS 200 CV MORINDA HOOSE BOGOR (,04)
12. PENGARUH KOMPENTESI BIDANG MANUFAKTUR DAN STRATEGI BISNIS TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA (,02)
13. PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN STUDI KASUS DI PT TASPEN (PERSERO) CABANG YOGYAKARTA (,04)
14. PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESEHATAN KESELAMATAN KEAMANAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING STUDI KASUS PT MEGA ANDALAN KALASAN YOGYAKARTA (,03)
15. KANDUNGAN INFORMASI TAMBAHAN DARI LABA MODAL KERJA OPERASI DAN ARUS KAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR GO PUBLIK TAHUN 1997-2001(,03)
16. PENGARUH LIKUIDITAS TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN YANG DIKELOMPOKKAN DALAM FINANCING COSTRAINTS (,04)
17. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FUNGSI INTERMEDITASI PERBANKAN DI INDONESIA TH.1998-2002 (,03)
18. ANALISIS REAKSI PEMEGANG SAHAM TERHADAP PENGUMUMAN MERGER DAN AKUISISI DI BURSA EFEK JAKARTA (, )
19. PENGARUH MANAJEMEN LABA DAN ARUS KAS TERHADAP PREDIKSI LABA STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN NON BANK PADA TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2002 (,2004)
20. PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN DAN EFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN MANAGER-MANAGER CABANG BMT AMRATANI GROUP YOGYAKARTA (,03)
ANALISIS KINERJA MANAJEMEN
21. KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH BANK KREDIT KECAMATAN KABUPATEN PATI PERIODE 1995-1999 (,2003)
22. ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA (,03)
23. ANALISIS PROFIT MARGIN TERHADAP KELOMPOK BANK UMUM DEVISA PEMERINTAH DAN SWASTA NASIONAL DIINDONESIA PERIODE 1999 SD 1995 (,97)
24. HUBUNGAN ANTARA KONTRAK POROLOGIS DENGAN MOTIVASI KOMITMEN DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT UNTUNG BERSAMA SEJAHTERA SURABAYA (,04)
25. AN EXPLORATORY STUDY: THE USE OF INFORMATION SYSTIM TO ANALYSZE A MARKETING DESION MARKING (,04)
26. CORPORATE POST-TURNAROUND AND GROWTH STRATEGIS: AN EXPLORATERY STUDI AT PL GARUDA INDONESIA (GA) (,03)
27. PERANAN RETRIBUSI DASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN SLEMAN (,04)
28. PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS PADA KANTOR BALAI PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAYARAN SEMARANG (,99)
29. PENGARUH MASA KERJA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGI PEGAWAI NEGRI SIPIL WILAYAH KERJA KANTOR PEMBANTU JUMA POLO KABUPATEN KARANG ANYAR (,98)
30. ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN MODAL SENDIRI (,1998)
31. UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH PENERBITAN SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN PURWAREJA (,02)
32. UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK BENAG POLYYESTER TESTUR DI PT POLYSENDO EKA PERKASA TBK KALIWUNGU SEMARANG (,02)
33. ANALISA KESIAPAN FUNGSI PADA PT TARIZA PERDANA CILACAP DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LABAAN PERUSAHAAN (,02)
34. PENINGKATAN FREKUENSI PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN PADA KANTOR INSPEKTORAT WILAYAH DAERAH TINGKAT DUA LAMONGAN DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DI KABUPATEN (,2000)
35. UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI PT KERTAS LECES (PERSERO) PROBOLINGGO DENGAN MEMPERKECIL LOST TIME (,2002)
36. MENGHASILKAN PRODUK SDM BERCOMPOTITIVE ADVANTAGES DENGAN OPYIMALISASI PENGADAAN DAN PEMANFAATAN FASILITAS SPESIFIK KEAHLIAN KEMAHIRAN HUKUM PADA FAKULTAS HUKUM UPM PROBOLINGGO (,02)
37. UPAYA MENINGKATKAN ASLI DAERAH MELALUI KESIAPAN DINAS PERIKANAN KABUPATEN LAMONGAN (00)
38. UPAYA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MENAIKKAN PRESENTASI RATA-RATA CR DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANGKALAN MELALUI JPKM (JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT) (,01)
39. UPAYA PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UNIT PELAYANAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN REMBANG (,02)
40. UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN PENERBITAN IZIN TRAYEK PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN REMBANG (2004)
41. UPAYA PENINGKATKAN RETRIBUSI TERMINAL PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN TASIKMALAYA (,04)
42. UPAYA MENINGKAT MUTU LULUSAN PADA IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DISMU IGODONG GROBOGAN (,04)
43. UPAYA PENINGKATAN PERSENTASI LAPORAN PELAKSANAAN DAN BERITA ACARA SERAH TERIMA PROYEK DALAM RANGKA PENGENDALIAN ADMINISTRASI PROYEK PEMBANGUNAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA (04)
44. UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PREMIO DARI BISNIS SURETY BOND PADA ASURANSI JASINDO CABANG SEMARANG (02)
45. UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENYELENGGARAAN DIKLAT PDA BADAB KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA (04)
46. STRATEGI MENINGKATKAN JUMLAH PENERIMAAN MAHASISWA BARU PADA UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG (04)
47. UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) MELALUI DANA MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (02)
48. UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PENELITIAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPADDA) KABUPATEN REMBANG (04)
49. UPAYA MENINGKATKAN TIRAS PENJUALAN MELALUI OPTIMALISASI KINERJA FUNGSI BAKU DI KORAN SORE WAWASAN (03)
50. UPAYA MENINGKATKAN KINERJA APARATUR KECAMATAN CIMANGGU KABUPATEN CILACAP DALAM ERA OTONOMI DAERAH (03)
51. MENINGKATKAN PENANGGULANGAN REMAJA OLEH POKJA-POKJA BAPPENEZAAKAR/BKND JATIM DI SURABAYA (02)
52. UPAYA MENURUNKAN ANGKA DROUP OUT SISWA DI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) NEGERI 2 KEDUNG REJA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2003 (,03)
53. UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MELALUI OPTIMALISASI PENANGKAPAN IKAN PADA CV PURNAMA JAYA CILACAP (03)
54. PENINGKATAN JUMLAH ALAT UKUR TAKAR-TIMBANG DAN PERLENGKAPANNYA (UTTP) YANG DITERKA ULANG PADA DI PERINGDAKOP KABUPATEN JEPARA (02)
55. UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN NEGARA BUKAN PAJAK PADA PELABUHAN SAMUDERA CILACAP (02)
56. UPAYA MENINGKATKAN KEPEMILIKAN KTP DALAM RANGKA PELAYANAN DAN TERTIB ADMINISTRASI DI KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA (02)
57. ANALISA STRATEGI PEMASARAN KAFE ONIR IR BANDUNG DALAM MENGHADAPI KOMPETISI (04)
58. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN PENGADILAN MUTU TERPADU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI PT POS INDONESIA (KASUS PADA PT POS INDONESIA CABANG MALANG) (99)
59. KAJIAN EFEKTIFITAS OVERSEAS BRANCH-HEAD OFFICE INTERFACE SYSTIM (OBHIS) SEBAGAI SISTIM DI KANTOR PUSAT (99)
60. EVALUASI PROGRAM PELATIHAN “SEVICE EXCELLENT” PADA PT SURYA CITRA TELEVISI DI JAKARTA (03)
61. ANALISIS PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI PT PUPUK SRIWIJAYA (01)
62. PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PRAKTEK TOTAL QUALITY MANAGEMENT (LTQ)
63. PENGENDALIAN BIAYA PEMERIKSAAN MELALUI ANGGARAN PADA SATUAN PENGAWAS INTERN PT BANK EKSPOR IMPOR INDONESIA (PERSERO) (99)
64. ANALISIS KONFIGURASI AS/UDO UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PUSAT DATA DALAM MENDUKUNG OPERASI BANK EXIM (99)
65. KAJIAN MENGENAI LAPORAN-LAPORAN SISTIM BEST DI BANK EXIM SEBAGAI SARANA INFORMASI BAGI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (99)
66. STRATEGI RSUD WONOSARI UNTUK MENCIPTAKAN KEUNGGULAN KINERJA BISNIS DALAM JASA PELAYANAN (01)
67. UJIAN AKHIR BUDAYA ORGANISASI BUDAYA ORGANISASI AMIK KARTIKA YANI UPAYA PENCARIAN JATI DIRI (04)
68. ANALISIS STRATEGI BERSAING PERUSAHAAN SEKOTENG ABC (99)
69. UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KANTOR PERBENDAHARAAN DAN KAS NEGARA YOGYAKARTA DALAM PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA NEGARA DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (04)
70. KEMAMPUAN PERTUMBUHAN LABA DAN PERTUMBUHAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA DAN PERTUMBUHAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA PADA INDUSTRI PERBANKAN PERIODE TAHUN 1998-2001 (03)
71. STRATEGI PENINGKATAN KUNJUNGAN DIPUSKESMAS BANGUNTAPAN 2 BANTUL MELALUI OPTIMALISASI TIAP FUNGSI BAKU (03)
72. ANALISIS PENGARUH ATRIBUT JASA PERHOTELAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN PADA HOTEL BERBINTANG DI BANDUNG (THE AFFECTION ANALISIS OF HOTEL SERVICE ATRIBUT TOWARD CONSUMER BEHAVIOWR OF STAR HOTEL IN BANDUNG) ()
73. ANALISIS PENGARUH ATRIBUT JASA PERHOTELAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA HOTEL BERBINTANG DI BANDUNG (THE AFFECTION ANALYSIS OF HOTEL SERVICE ATRIBUTE TOWARD CONSUMER/S SATISFACTION OF STAR HOTEL IN BANDUNG) ()
74. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN PEMBELIAN SONGKET DI KOTAMADYA PALEMBANG (,00)
75. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEX HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 97-98 (ANALYSIS OF THE FACTORS INFLUENCE TO JAKARTA COMPOSITE STOCK PRICE INDEX FOR PERIOD 97-98) (99,)
76. PENGARUH STRATEGI PENENTUAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KERAJINAN KULIT HADI SUKIRNO YOGYAKARTA (99)
77. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH SEKOLAH AGAMA (MADRASAH) DIKOTA LAHAT (01)
78. MARKETING STRATEGI FOR POLYTRON COLOUR TELEVISION IN PALEMBANG CITY ()
79. MENINGKATKAN JUMLAH PENERIMAAN TRAINCE BTC MALANG TAHUN 00/01 MELALUI STRATEGI ‘POSITIONINC’ (PP)
80. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI RUMAH PADA PERUM PERUMNAS CABANG LAMONGAN ()
81. ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN KINERJA INDIVIDU DI PAM JAYA SISTIM INPROMENT PROJECT (PJSIP) (95)
82. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN PADA UNIT-UNIT HOTEL NATOUR DI BALI (00,)
83. KOMPENSASI REWARD SEBAGAI MOTIVASI PADA KINERJA KARYAWAN PT BANK BNI (PERSERO) TBK KANTOR CABANG YOGYAKARTA (04)
84. MANFAAT PEMAKAIAN MASKER TERHADAP PERUBAHAN KADAR FENOL DALAM URIN AKIBAT PAJANAN BENZEN DI UNIT PELAKSANAAN LIMBAH PT V KALIMANTAN (00)
85. PENERAPAN TQM (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) DAN TQEM (TOTAL EVIRONMENT MANAGEMENT) DALAM RANGKA MEMPEROLEH SERTIFIKAT ISO 14001 DI PT PHRAPROS SEMARANG (99)
86. ANALISIS EFEKTIFITAS PELAKSANAAN STRATEGI PRIMARY TARGET MARKETING DALAM PEMASARAN JASA ASURANSI JIWA (STUDI KASUS PADA AJB BUMIPUTERA 1912 KANTOR OPERASIONAL EKSEKUTIF YOGYAKARTA) (03)
87. ANALISIS PERANAN PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT GAYA MOTOR (02)
88. EVALUASI PROSES PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI BANDA ACEH (01)
88. PENGARUH PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA (STUDI KASUS PADA YAYASAN SOSIAL SOEGIYA PRANATA (01)
88. ANALISIS MOTIVASI DAN KOMITMEN KERJA PAR PANDU DI PT (PERSERO) PELABUHAN (01)
88. PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN COLOGNE TISSUE COOL CLEAN MALANG (02)
88. ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENERBANGAN GARUDA INDONESIA MENURUT KEPUASAN PENUMPANG (02)
88. ANALISIS BAURAN PEMASARAN PT PRIMADONA MOBIL JEMBER (02)
94. ANALISIS STRATEGI BERSAING PERUSAHAAN SEKOTENG ABC ( 99)
94. HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN ASUMSI KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH PERCETAKAN NEGERI YOGYAKARTA (,02)
94. RENCANA PENINGKATAN KINERJA UNIT FIRE GROUND PT MIGAS CEPU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMBINAAN SDM MIGAS BIDANG KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (,01)
97. RANCANGAN PENERAPAN BALANCE SCORECARD SEBAGAI LANGKAH ALTERNATIF DALAM MEWUJUDKAN TERCAPAINYA BANK SENTRAL YANG BERKUALITAS DAN BERWIBAWA (,99)
97. ANALISIS HUBUNGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT PERUSAHAAN, KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN (,00)
97. ANALISIS NILAI TAMBAH INFORMASI LAPORAN ARUS KAS DENGAN RETURN SAHAM PENGAMATAN TERHADAP BEBERAPA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG DIPERDAGANGKAN PADA BURSA EFEK JAKARTA (,02)
97. STRATEGI PD BPR INDRA ARTA RENGAT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN SEIRING PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN IMOGIRI HULU (,02)
97. STRATEGI MENINGKATKAN KELAS CABANG PEGADAIAN BASEN YOGYAKARTA DARI KELAS III MENJADI KELAS II PADA TAHUN 2001 (,99)
97. PENINGKATAN KEMAMPULABAAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KENDAL (,99)
97. STRATEGI PENINGKATAN JUMLAH PENDAPATAN PADA PT POLYSINDO EKA PERKASA TBK. KALIWUNGU KENDAL SEMARANG JAWA TENGAH (,99)
97. STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPULABAAB KUD TANI BHAKTI KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL DIY (,99)
97. UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PADA BALAI BENIH IKAN (BBI) SIWARAK KABUPATEN DATI II SEMARANG (,99)
97. UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PT JASA RAHARJA (PERSERO) CABANG JATENG (,99)
97. STRATEGI PEMASARAN PT BAT INDONESIA REGION JAWA TENGAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENJUALAN ROKOK (,99)
97. UPAYA PENINGKATAN MUTU HASIL PENDIDIKAN MELALUI KINERJA PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMU NEGERI 2 SURAKARTA (99)
97. UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN DATI II SEMARANG (99)
97. ANALISIS WEKEND EFFECT TERHADAP HARGA SAHAM DIBEJ (04)
97. PENGUJIAN ARBITRAGE PRICING THEORY (APT) IDENTIFIKASI FAKTOR 2 YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM DIBEJ (97)
97. THE DELOT ARISE FROM UNPAID DIVIDEN (CASE STLELI) OF PT DHARMALA SAKTI SEJAHTERA VS PT ASURANSI JIWA MANULIVE INDONESIA (05)
97. ANALISIS FORECASTING PERSONAL COMPUTER DEMAND AS ASTRATEGIC DECISION MAKING FOR FIUTURE ACTUAL DEMAND (02)
97. KEPUTUSAN INVESTASI DAN PENDANAAN DALAM STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN OBYEK WISATA KALIURANG DIKABUPATEN SLEMAN DIY (04)
97. ANALISIS KELUHAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KULON PROGO (04)
97. PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP HUBUNGAN ANTARA BETA, ME DAN BE/ME DENGAN RETURN SAHAM (04)
117. ANALISIS KESTABILAN FAKTOR PENENTU HARGA SAHAM-SAHAM BLUE CHIP DIINDONESIA (02)
119. ANALISIS PROMOSI TABUNGAN BANK BPD DIY DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT (02)
POSTED BY Administrator ON @ 8:51 pm | 1 Comment
Kumpulan Skripsi Hukum
SEMUA FILE BISA DIPEROLEH DI http://www.idtesis.com/
1. PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1971 TENTANG TINDAK PIDANA KORUPSI DAN PERMASALAHANNYA (STUDI DI KEJAKSAAN NEGERI SITUBONDO) (96)
2. PENERAPAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1979 TERHADAP PEMERINTAHAN DESA YANG STATUSNYA BERUBAH MENJADI KELURAHAN (STUDI KASUS DI KELURAHAN BANDULAN MALANG) (1997)
3. PENYELESAIAN PERKARA PELANGGARAN LALU LINTAS (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI PROBOLINGGO) (1989)
4. KEGUNAAN SIDIK JARI DALAM PROSES PENYIDIKAN (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG) (1997)
5. PELAKSANAAN PUTUSAN HAKIM YANG TELAH MEMPEROLEH KEKUATAN HUKUM TETAP KHUSUSNYA TERHADAP BARANG BUKTI (SUATU STUDI DI KEJAKSAAN NEGERI MALANG) (1997)
6. PERBUATAN CABUL TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS PADA PENGADILAN NEGERI MALANG) (1995)
7. TINDAK PIDANA PERCOBAAN PEMBUNUHAN (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI JOMBANG) (1996)
8. SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAMPAKNYA TERHADAP KENAKALAN ANAK-ANAK (STUDI DI LEMBAGA PRAYUANA DI KEDUNG KONDANG MALANG) (1992)
9. TINDAK PIDANA PENCURIAN KAYU HASIL HUTAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DIWILAYAH HUKUM BOJONEGORO) (1996)
10. TINDAK PIDANA PENIPUAN DALAM KASUS PINJAM MEMINJAM UANG (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM KODYA MALANG) (1992)
11. PERANAN UNIT IDENTIFIKASI DALAM PROSES PENYIDIKAN UNTUK MENGUNGKAPKAN SUATU TINDAK PIDANA (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG) (1997)
12. PEMECAHAN PERKARA PIDANA (SPITSING) SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PEMBUKTIAN (SUATU STUDI DI KEJAKSAAN NEGERI MALANG) (1997)
13. PERANAN KETERANGAN AHLI KEDOKTERAN JIWA DALAM PERADILAN PIDANA (SUATU STUDI DI PENGADILAN NEGERI MALANG DAN RSJ PUSAT LAWANG MALANG) (1996)
14. PELAKSANAAN AZAS PRADUGA TAK BERSALAH DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA (SUATU STUDI DI LEMBAGA BANTUAN HUKUM MALANG) (1998)
15. PERANAN KORBAN KEJAHATAN DALAM TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN (1997)
16. TINJAUAN TENTANG PERANAN HAKIM PENGAWAS DAN PENGAMAT TERHADAP PEMBINAAN NARAPIDANA (1997)
17. PELAKSANAAN PIDANA MATI DALAM NEGARA PANCASILA (STUDI DI MAHKAMAH MILITER III 12 SURABAYA) (1996)
18. PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENYALAHGUNAAN KARTU KREDIT (STUDI DI PENGADILAN NEGERI MALANG) (1994)
19. PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI DI POLRES PROBOLINGGO) (1994)
20. PERANAN VISUM ET REPERTUM DALAM MEMBANTU ARAH TUNTUTAN PIDANA TERHADAP KASUS PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN HILANGNYA NYAWA (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI MOJOKERTO) (1996)
21. TINDAK PIDANA PENGGELAPAN YANG DILAKUKAN OLEH PEGAWAI ASURANSI JIWA DAN PENANGGULANGANNYA (STUDI DI PENGADILAN NEGERI SIDOARJO) (1996)
22. PENCURIAN ALIRAN LISTRIK DAN UPAYA PENYELESAIANNYA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI KAB SAMPANG DAN PLN KAB SAMPANG) (1996)
23. TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP PRESIDEN SUATU TINJAUAN SOSIO KRIMINOLOGI (1996)
24. PEMBEBASAN BERSYARAT SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PEMBINAAN NARAPIDANA (STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I MALANG) (1996)
25. PENANGGULANGAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA OLEH PENYIDIK (STUDI DI POLRES PROBOLINGGO) (1994)
26. PERANAN KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI KEJAHATAN SEKSUAL YANG DILAKUKAN OLEH REMAJA (STUDI PENDEKATAN SOSIOLOGI DAN KRIMINOLOGIS DI KEPOLISIAN KOTA BESAR SEMARANG) (1996)
27. RETRIBUSI TEMPAT WISATA SEBAGAI SALAH SATU SUMBER UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KAB DAERAH TINGKAT II MALANG) (1996)
28. TINJAUAN ATAS PASAL 534 KUHP DALAM KAITANNYA DENGAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DEWASA INI (STUDI DI KOTAMADYA MALANG (1993)
29. MASALAH GELANDANGAN DAN PENGEMIS SERTA UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH KAB DAERAH TINGKAT II JEMBER) (1996)
30. PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI KEDIRI) (1995)
31. PERANAN KETERANGAN SAKSI SEBAGAI SALAH SATU ALAT BUKTI DALAM PROSES PIDANA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI MALANG) (1993)
32. TINDAK PIDANA PERJUDIAN DAN USAHA PENANGGULANGANNYA (STUDI DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI MALANG) (1996)
33. PERANAN RESERSE DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG) (1996)
34. PERANAN DOKTER AHLI ILMU KEDOKTERAN KEHAKIMAN DALAM PROSES PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDUNG) (1994)
35. TINDAK PIDANA PENCURIAN SAPI DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI POLRES SUMENEP) (1995)
36. PERANAN PEJABAT BEA DAN CUKAI DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN (STUDI DI KANTOR INSPEKTORAT BEA DAN CUKAI TANJUNG PERAK) (1995)
37. PERANAN ILMU KEDOKTERAN KEHAKIMAN DALAM MEMBANTU MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BAYI (STUDI RSUD DR. SYAIFUL ANWAR KOTA MADYA MALANG) (1996)
38. PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN TERSANGKA OLEH PENYIDIK DITINJAU DARI KUHP (SUATU STUDI PADA POLRESTA BLITAR) (1994)
39. PEMBINAAN NARAPIDANA YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA MALANG) (1993)
40. PERANAN KORBAN DALAM TINDAK PIDANA KASUS PENIPUAN (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI DENPASAR) (1996)
41. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKS NARAPIDANA (STUDI KASUS DI KEC. KEDUNG KONDANG KOTAMADYA MALANG) (1996)
42. PROSEDUR PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KONEKSITAS DAN MAHKAMAH MILITER (STUDI DI MAHKAMAH MILITER 11 – 08 JAKARTA) (1994)
43. PENANGANAN KEJAHATAN KORUPSI YANG MENGGUNAKAN SARANA KOMPUTER (STUDI KASUS KORUPSI DI PN YOGYAKARTA) (1997)
44. PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DAN PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI PN MALANG) (1995)
45. TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DIRENCANAKAN LEBIH DAHULU DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH PN JOMBANG) (1996)
46. TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA ABRI DAN PROSES PENYELESAIANNYA (STUDI KASUS DI POM DAM IX UDAYANA) (1996)
47. PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENETAPKAN BESAR KECILNYA BENDA DALAM PERKARA SUMMIER LALU LINTAS (STUDI KASUS DI PENGADILAN DAN KEJAKSAAN NEGERI MALANG) (1992)
48. PERANAN DOKTER ILMU PENYAKIT JIWA DALAM PROSES PERADILAN UNTUK MENENTUKAN KETIDAKMAMPUAN BERTANGGUNG JAWAB (STUDI KASUS DI RSJ MALANG) (1994)
49. MASALAH KORBAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN (SUATU TINJAUAN SECARA VIKTI MOLOGIS) (1995)
50. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN (STUDI KASUS DI KOTAMADYA DATI II MOJOKERTO) (1996)
51. PENCURIAN BENDA-BENDA PURBAKALA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI POLWIL YOGYAKARTA) (1996)
52. PENERAPAN UNDANG-UNDANG SUBVERSI TERHADAP JUDI KUPON PUTIH (STUDI KASUS WILAYAH PN LAMONGAN) (1990)
53. TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DIRENCANAKAN DAN USAHA-USAHA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM KAB MALANG) (1990)
54. PENJATUHAN PIDANA TAMBAHAN PERAMPASAN BARANG DALAM TINDAK PIDANA PERSEORANGAN (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM SURABAYA) (1990)
55. KEWENANGAN JAKSA SEBAGAI PENYIDIK PADA TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI TANJUNG PERAK SUERABAYA) (1990)
56. ASPEK-ASPEK YANG DIPERHATIKAN DALAM PEMBUATAN BERIAT ACARA PEMERIKSAAN (STUDI KASUS DI KEPOLISIAN WILAYAH MALANG) (1990)
57. TINJAUAN ATAS PELANGGARAN PEMBUNUHAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI MALANG) (1990)
58. PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KALANGAN REMAJA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM KODYA MALANG) (1995)
59. TINDAK PIDANA PEMALSUAN MEREK DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI DI WILAYAH HUKUM PN SURABAYA) (1996)
60. PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP TINDAK PIDANA KESUSILAAN YANG BERKAITAN DENGAN GAMBAR PORNO (STUDI KASUS DI WILAYAH PN KODYA KEDIRI) (1993)
61. PERANAN SIDIK JARI DALAM PENGUNGKAPAN SUATU TINDAK PIDANA (STUDI KASUS DI POLRES JEMBER) (1996)
62. TINDAK PIDANA PEMALSUAN UANG DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI PN MALANG) (1995)
63. PEMBAJAKAN KASET, VIDEO DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DIKOTAMADYA MALANG (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG) (1996)
64. PEMALSUAN UANG DAN UPAYA PENYELESAIANNYA (STUDI KASUS DI PN MALANG) (1995)
65. PERANAN REKONSTRUKSI DALAM PROSES PENYIDIKAN GUNA MENGUNGKAP KEJAHATAN (STUDI KASUS DI POLRESTA MALANG) (1997)
66. JANGKAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP PENYALAHGUNAAN PERKAWINAN POLIGAMI DALAM MASYARAKAT INDONESIA (1991)
67. PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEJAHATAN PERKOSAAN DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SLEMAN (1996)
68. PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS MEREK DITINJAU DARI SUDUT HUKUM PIDANA (1997)
69. ARTI DAN LUAS TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA (1997)
70. PENGKAJIAN ABORTUS PROVOKATUS DALAM ILMU PENGETAHUAN KEDOKTERAN DITINJAU DARI HUKUM PIDANA (1990)
71. CARA PEMBUATAN SURAT DAKWAAN DAN BENTUK PEMBUKTIAN DALAM PERKARA KORUPSI DI KOTAMADYA YOGYAKARTA (1998)
72. PERANAN FAKTOR NON YURIDIS DAN DIPERHATIKAN DALAM PENUNTUTAN KEJAHATAN PERIZINAN (1986)
73. TENTANG DAN SEKITAR HUKUMAN MATI DI INDONESIA DITINJAU DARI SEGI PELAKSANAANNYA (1996)
74. PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEJAHATAN PERKOSAAN DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SLEMAN (SUATU STUDI KASUS) (1996)
75. FUNGSI POLISI DALAM PEMBINAAN ANAK YANG MELAKUKAN KENAKALAN (1997)
76. DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN PIDANA BERSYARAT (1995)
77. KEDUDUKAN DAN PERANAN HAKIM SERTA PELAKSANAANNYA DI DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI KLATEN (1992)
78. KAUSALITAS, SEBAB MENYEBAB, DALAM HUKUM PIDANA (1982)
79. SUATU TINJAUAN MENGENAI ACARA PEMERIKSAAN DAN PEMINDAHAN TERHADAP DELIK ADAT LOGIKA SANGGRAHA
80. RELATIVITAS PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH PARA REMAJA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (1989)
81. PERANAN PEMBELA PADA TINGKAT PENYIDIKAN EKSEPSI DAN PLEDDI DALAM PERADILAN PIDANA
82. PENYALAHGUNAAN KEUANGAN NEGARA OLEH SEKTOR SWASTA YANG POTENSIAL MENUMBUHKAN DELIK KORUPSI (1991)
83. TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TANGGUNG JAWAB ATAS BENDA SITAAN DALAM PERKARA PIDANA (1992)
84. KEDUDUKAN DAN PERANAN HAKIM WASMAT SERTA PELAKSANAANNYA DI DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI KLATEN (1992)
85. HUKUMAN BAGI PERCOBAAN DITINJAU DARI KUHP DI INDONESIA
86. PERKEMBANGAN ILMU HUKUM DAN SIKAP HAKIM DALAM PERSIDANGAN PERKARA PIDANA (1992)
1. TERJUAL
88. KEPUTUSAN HAKIM YANG BERUPA BEBANDARI TUDUHAN DAN LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM (1977)
89. PELEPASAN BERSYARAT (VOORWAARDELIJKE INVRIJHEIDSTELLING) ()
90. DEELNEMING DITINJAU DARI SUDUT UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (1981)
91. PELACURAN DI IBUKOTA JAKARTA DITINJAU DARI SUDUT HUKUM PIDANA (1981)
92. DISPORITAS PIDANA KAITANNYA DENGAN KEPASTIAN HUKUM DAN RASA KEADILAN (STUDI KASUS TENTANG PENCURIAN DI PENGADILAN NEGERI PAMEKASAN (1992)
93. KEDUDUKAN DAN PERANAN HAKIM WASMAT SERTA PELAKSANAANNYA DI DALAM PRAKTEK DI PN KLATEN (1992)
94. TINJAUAN TERHADAP TINDAK PIDANA KEALPAAN YANG MENYEBABKAN MATINYA ORANG YANG DILAKUKAN OLEH PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS DI WILAYAH KODYA MALANG) (1992)
95. PERANAN KORBAN TERHADAP PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM PN MALANG) (1991)
96. PELAKSANAAN PUTUSAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA (STUDI DI PTUN JAKARTA) (1997)
97. DELIK KESUSILAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM KOTAMADYA MOJOKERTO) (1991)
98. PERANAN HAKIM DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERKOTAAN (STUDI KASUS DI PN MALANG) (1991)
99. KAJIAN YURIDIS TERHADAP SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN DEPARTEMEN KEHAKIMAN NOMOR : JHA/1/1/2/1978 TENTANG PROSEDUR PENGANGKATAN ANAK WARGA NEGARA INDONESIA OLEH ORANG ASING (1997)
100. PRAPERADILAN ATAS PENGHENTIAN PENYIDIKAN DALAM PROSES PERKARA PIDANA (STUDI KASUS DI PN MALANG) (1991)
101. PENGARUH KORBAN DALAM TERJADINYA KEJAHATAN PERKOSAAN (STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI MADIUN) (1998)
102. PEMBERATAN PIDANA DAN PENGARUHNYA TERHADAP RESIDIVIS (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM PERADILAN NEGERI SUMENEP) (1991)
103. EFEKTIVITAS PEMINDAHAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR (STUDI KASUS DI PN SURABAYA DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK BLITAR) (1992)
104. HAKEKAT KEYAKINAN HAKIM DIDALAM MENJATUHKAN PUTUSAN PIDANA (STUDI KASUS DI PERADILAN NEGERI MOJOKERTO) (1993)
105. TINJAUAN TENTANG TINDAK PIDANA PENGRUSAKAN TANAMAN TEBU (STUDI KASUS DI PN MALANG) (1990)
106. PERANAN ALAT BUKTI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PIDANA (STUDI KASUS DI PN TRENGGALEK) (1991)
107. P PERANAN PENUNTUT UMUM DALAM MELAKSANAKAN HAK PRA PENUNTUTAN PADA PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA (1990)
108. PENCURIAN KAYU JATI SERTA USAHA-USAHA PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI WILAYAH HUKUM PERADILAN NEGERI BOJONEGORO) (1992)
109. PENYERTAAN DALAM KAITANNYA DENGAN TINDAK PIDANA PAJAK DI INDONESIA (STUDI KASUS DI PN JAKARTA SELATAN) (1989)
110. FUNGSI SURAT DAKWAAN DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA (STUDI KASUS PADA KEJAKSAAN NEGERI NGANJUK) (1991)
111. POLA PEMBINAAN NARAPIDANA RESIDIVIS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I MALANG) (1991)
POSTED BY Administrator ON @ 8:50 pm | 0 Comments
SKRIPSI PSIKOLOGI

SEMUA FILE BISA DIPEROLEH DI http://www.idtesis.com/
1. PENGARUH MASA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PEMASARAN DAN SPORT WORKER PADA PT. DITYA KENCANA CABANG MALANG.
2. PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI ROKOK PADA MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
3. PENGARUH KONFLIK TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PENGEMASAN PT. PANCA MITRA ICHIGO JAYA MALANG.
4. PERBEDAAN MOTIVASI AKTUALISASI DIRI ANTARA PEGAWAI GOLONGAN II DAN PEGAWAI GOLONGAN III DI LINGKUP KANTOR PELAYANAN PAJAK BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN.
5. STUDI TENTANG KEBUTUHAN-KEBUTUHAN DAN SELF IMAGE PADA MASA LANJUT USIA.
6. LATAR BELAKANG PERILAKU MEMPERKOSA PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN LUBUK LINGGAU.
7. PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI HARGA DIRI ANTARA MAHASISWA SUKU JAWA DAN NON JAWA PADA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG DI MALANG.
8. STUDI TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN PADA ANAK PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH DI MALANG.
9. PENGARUH STATUS KEPEGAWAIAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PADA PERAWAT DI RSUD ”RAA SOEWONDO” PATI.
10. PENGARUH KEIKATAN DENGAN KELOMPOK KERJA TERHADAP KEPUASAN PADA KARYAWAN PT. BANK CENTRAL ASIA CABANG PEMBANTU DINOYO.
11. PERILAKU KESETIAAN SUAMI ISTRI DITINJAU DARI PEMAHAMANNYA TERHADAP ADAT DI ADONARA.
12. PERBEDAAN KECEMASAN PADA WANITA DITINJAU DARI KETERATURAN MENGIKUTI OLAH RAGA SENAM DI LEMBAGA SENI PERNAFASAN SATRIA NUSANTARA CABANG PENGOK, SEKAR SULI DAN BULAKSUMUR YOGYAKARTA.
13. STUDI PERBEDAAN MOTIF MEMBELI RASIONAL DAN IRASIONAL TERHADAP KOSMETIK PADA REMAJA AWAL DAN REMAJA AKHIR DI SMKK SARASWATI MALANG.
14. PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT UNTUK KE PERPUSTAKAAN DI UNIVERITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
15. PERBEDAAN KREATIVITAS REMAJA DITINJAU DARI PERAN SEKS ANDROGINI DAN NON ANDROGINI PADA SISWA SISWI KELAS I DI SMU NEGERI KANDANGAN.
16. PENGARUH KEBIASAAN MENGULANG-ULANG SUATU JENIS PEKERJAAN (CEK RECEK) PADA TELLER BANK TERHADAP KECENDERUNGAN OBSESSIF KOMPULSIF.
17. PENGARUH TEKANAN KERJA TERHADAP HASIL KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN TRI JAYA PLASTIK CRAFT COMPANY TRADING BANYUANYAR SURAKARTA.
18. PERILAKU BERAGAMA DALAM PENGEMBANGAN JAMA’AH RAUDHATUL MUNTAHA DI DESA PERSAWAHAN TIRIS, KABUPATEN PROBOLINGGO.
19. PERBEDAAN TINGKAT STRES ANTARA PENGANGGURAN DAN BUKAN PENGANGGURAN (PEKERJA) DI DESA DUKUH ARUM DAN DESA SUMBER AGUNG KECAMATAN MEGALUH DATI II JOMBANG.
20. PENGARUH KONFLIK KERJA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI DALAM ORGANISASI PADA KARYAWAN KUSUMA AGRO WISATA BATU MALANG.
21. HUBUNGAN ANTARA MINAT SEBAGAI SALESMAN DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN ASURANSI JIWA BERSAMA BUMI PUTERA 1912 DI SURAKARTA.
22. HUBUNGAN BAKAT MEKANIK MASA KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN MEKANIK PADA PT. BOMA BISMA INDRA (PERSERO) PASURUAN JAWA TIMUR.
23. HUBUNGAN ANTARA PERLAKUAN PUNISHUENT DENGAN AGRESIVITAS REMAJA DI SAMPING PURWOHARJO BANYUWANGI.
24. PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN USIA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. EKO ELEKTRONICS MANIFACTORY BATU MALANG.
25. HUBUNGAN ANTARA SIKAP KARYAWAN TERHADAP PERATURAN PERUSAHAAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROTI DONIES WONOAYU SIDOARJO
26. STUDI TENTANG PERBEDAAN KREATIVITAS ANAK DITINJAU DARI STATUS IBU BEKERJA DENGAN IBU TIDAK BEKERJA PADA SISWA KELAS V DI MIN MALANG I.
27. PERBEDAAN MINAT MEMBELI SABUN BERHADIAH DAN SABUN TIDAK BERHADIAH PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA DI DESA PUTEN, KECAMATAN BUMIAYU, KOTATIF BATU, KABUPATEN MALANG.
28. PERBEDAAN KEHARMONISAN KELUARGA ANTARA WANITA YANG KAWIN USIA REMAJA DENGAN WANITA YANG KAWIN USIA DEWASA BARANG KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK.
29. PENGARUH KONSEP DIRI DAN USIA TERHADAP KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MASA DEPAN PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I MALANG.
30. PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP KEMAMPUAN HUBUNGAN INTERPERSONAL PADA MAHASISWA FISIP SEMESTER EMPAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
31. PERBEDAAN KONSEP DIRI REMAJA CACAT FISIK DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT DAN REMAJA TIDAK CACAT FISIK DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MALANG.
32. PERBEDAAN MOTIVASI AKTUALISASI DIRI DITINJAU DARI FREKUENSI MENGIKUTI ON THE JOB TRAINING PADA KARYAWAN MATAHARI DEPARTMENT STORE KUDUS.
33. KORELASI ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER DENGAN KEIKATAN KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KAYU LAPIS ”KORINDO GROUP” PANGKALAN BUN.
34. PENGARUH KONESITAS KERJA TEHADAP PRESTASI KERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI PADA DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN MAGETAN.
35. PENGARUH SIKAP KONSUMEN PADA TAYANGAN IKLAN KOSMETIK ”SARIAYU” DI TELEVISI TERHADAP MOTIVASI MEMBELI PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA DI PERUMAHAN BENDO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI.
36. PERBEDAAN KEPUTUSAN MEMBELI PADA KONSUMEN DITINJAU DARI TEHNIK PROMOSI YANG DIGUNAKAN OLEH PERUSAHAAN DI KELURAHAN PENANGGUNGAN MALANG.
37. PERBEDAAN KEBUTUHAN AKAN PENGHARGAAN DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DI LINGKUNGAN DHARMA WANITA SUB UNTI DIKLAT WILAYAH III YOGYAKARTA.
38. PENGARUH DIMENSI NILAI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PADA KARYAWAN CINA PERANTAUAN DAN KARYAWAN JAWA DI BANK CENTRAL ASIA CABANG DINOYO MALANG.
39. PERBEDAAN JOB STRESS ANTARA KARYAWAN YANG MENGIKUTI SENAM AEROBIK DENGAN KARYAWAN YANG TIDAK MENGIKUTI SENAM AEROBIK DI BCA CABANG DINOYO MALANG JAWA TIMUR
40. PERBEDAAN KEMANDIRIAN REMAJA DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA PADA SISWA SISWI SMA NEGERI 2 BANJARMASIN.
41. HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMA TAMAN MADYA BLITAR.
42. PENGARUH USIA BAYI TERHADAP PERSEPSI IBU PADA KEBUTUHAN SUSU BUBUK BAYI DI PERUMAHAN BUMI PURWANTORO AGUNG MALANG.
43. PERBEDAAN TINGKAH LAKU AGRESIF ANTARA REMAJA YANG IBUNYA BEKERJA DAN YANG IBUNYA TIDAK BEKERJA (PENELITIAN PADA SISWA SISWI SMA NEGERI 2 LUMAJANG).
44. PENGARUH KONFLIK PERAN TERHADAP SELF IMAGE PADA PENYIAR RADIO YANG MASIH KULIAH DI MALANG.
45. HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN AFEKTIF KERJA GUIDE PADA PENYELENGGARA UMROH DAN HAJI ONH PLUS DI SURABAYA.
46. HUBUNGAN KEMANDIRIAN DENGAN KREATIVITAS PADA REMAJA ISLAM SUMBER MANJING WETAN.
47. PENGARUH PERSEPSI TENTANG KESEMPATAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA GURU SD NEGERI DI WILAYAH KECAMATAN BATU.
48. PERBEDAAN PRESTASI KERJA DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN FORMAL KARYAWAN BAGIAN ADMINISTRASI DI PT. KANTOR POS BESAR MALANG.
49. HUBUNGAN KEIKATAN DENGAN PERUSAHAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN PRODUKSI DIVISI PLAMIR PT. SUMALINDO LESTARI JAYA SAMARINDA.
50. HUBUNGAN PERSEPSI KEDEWASAAN DENGAN SIKAP MEROKOK PADA REMAJA DI SMA NEGERI VII MALANG.
51. PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
52. PENGARUH RASA KESEPIAN DAN TIPE KEPRIBADIAN INTOVERT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN KOMUNIKASI SEMESTER 2 DAN 4 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
53. PENGARUH PRODUKTIVITAS MASA DEWASA TERHADAP INTEGRITAS EGO PADA USIA LANJUT DI PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA (PWRI) CABANG LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT.
54. PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA DAN MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TERHADAP KEPEMIMPINAN WANITA DALAM ERA INDUSTRIALISASI.
55. PERBEDAAN DEPRESI DITINJAU DARI POLA PERILAKU TIPE A-B PADA ANGGOTA DIVISI MAHASISWA PECINTA ALAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
56. HUBUNGAN RASA PERCAYA DIRI DENGAN MASTURBASI PADA REMAJA DI TULUNG REJO PARE KABUPATEN KEDIRI.
57. HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DENGAN STRESS KERJA PADA KARYAWAN DI PT. PEMBINA PERAGA JAKARTA.
58. PENGARUH PERSEPSI TENTANG POLA KEPEMIMPINAN KYAI TERHADAP SIKAP KEMANDIDRIAN SANTRI PADA LEMBAGA PEMBINA JIWA TAQQALLAH PONDOK PESANTREN MIFTAHUL DAERAH TINGKAT II KODYA MALANG.
59. PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KWALITAS KERJA KARYAWAN PADA RESEPSIONIS HOTEL DI BALIKPAPAN.
60. PENGARUH GUGUS KENDALI MUTU TERHADAP PARTISIPASI KERJA KARYAWAN PT. INDUSTI SANDANG II (PERSERO) PATAL GRATI PASURUAN JAWA TIMUR.
61. PERBEDAAN SIKAP TERHADAP ALAT KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DITINJAU DARI PENDIDIKAN PASANGAN USIA SUBUR DI DESA KLEPU, DESA SEKARBANYU, DESA TEGAL REJO DAN DESA DRUJU KECAMATAN SUMBER MANJING WETAN.
62. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN TENTANG PROMOSI JABATAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI KARYAWAN PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR RANTING PROBOLINGGO.
63. PERBEDAAN SIKAP PENGGUNAAN PERALATAN KESELAMATAN KERJA ANTARA KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT DI PT. SS UTAMA SURABAYA.
64. HUBUNGAN KOMITMEN BERAGAMA DENGAN KEMATANGAN KEPRIBADIAN PADA REMAJA AKHIR (MAHASISWA) FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
65. HUBUNGAN PENGENDALIAN MUTU TERPADU DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN BOMA BISMA INDRA PASURUAN.
66. PENGARUH ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN TERHADAP BERPIKIR RASIONAL PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UMUM.
67. PENGARUH ANTARA PENYESUAIAN SOSIAL PENSIUNAN (PURNAKARYA) DITINJAU DARI LOTUS OF CONTROL PADA PENSIUNAN PERSATUAN REPUBLIK INDONESIA (PWRI) DI PROBOLINGGO.
68. PENGARUH MINAT MENJADI GURU TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DI SLTP NEGERI 13 MALANG.
69. PERBEDAAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DITINJAU DARI KELUARGA YANG IBUNYA BEKERJA DAN YANG TIDAK BEKERJA. (STUDI KASUS PADA PRIA DEWASA AWAL DI PERUMAHAN PUTRA KIMIA GRESIK).
70. HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DRNGAN KETERLIBATAN KERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KODYA DATI II MALANG.
71. HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN ASPIRASI PRODUKSI PADA PEDAGANG ASONGAN KORAN DI KECAMATAN BLIMBING KOTAMADYA MALANG.
72. PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA KARYAWAN TETAP ADMINISTRASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
73. PENGARUH TIPE KEPRIBADIAN TERHADAP KEBOSANAN KERJA KARYAWAN UNIT PRODUKSI PADA PABRIK PLASTIK SEKAR JAYA TULUNG AGUNG.
74. PENGARUH PERSEPSI REMAJA TENTANG PERILAKU PRO SOSIAL ORANG TUA TERHADAP INTENSI PROPOSIAL DI SLTP NEGERI 5 MALANG.
75. HUBUNGAN KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA ANAK DALAM KELUARGA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA SMP MUHAMMADIYAH 17 MALANG.
76. PENGARUH STRESS TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PADA MAHASISWA TINGKAT AWAL DAN MAHASISWA TINGKAT LANJUT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
77. PENGARUH DISKRIPSI JABATAN TERHADAP MOTIF BERPRESTASI KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT. INDO KARSA BUWANA DI BLITAR.
78. STUDI EKSPLANASI METODE PENGALAMAN DZIKIR ASMA’UL HUSNA DALAM MENINGKATKAN POTENSI PSIKOFISIOLOGIS PARA SISWA ANGGOTA MAJELIS DZIKIR KALAMULLAH.
79. PENGARUH INTERAKSI ORANG TUA DAN ANAK TERHADAP AGRESIFITAS PADA REMAJA DI DESA KARANG BESUKI KECAMATAN SUKUN KODYA MALANG.
80. PENGARUH SIKAP TENTANG LABEL HALAL PADA PRODUK MAKANAN DI KEMAS TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI BAGI KONSUMEN MUSLIM DI PERUM ASABRI TRENGGALEK.
81. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KEDISIPLINAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA STM PGRI GRESIK JAWA TIMUR.
82. PENGARUH HUBUNGAN INTERPERSONAL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI KARYAWAN PT. MATAHARI PUTRA PRIMA MALANG.
83. PERBEDAAN PEMILIHAN PRODUK DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTRAVERT DAN EKSTRAVERT PADA REMAJA PUTRI DI SMEA YADIKA BANGIL PASURUAN.
84. PENGARUH PERSEPSI TENTANG KERJA TERHADAP KETAHANAN MENGHADAPI STRESS KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN OPERATOR PERUSAHAAN PT. MULIA PLASTINDO MALANG.
85. PERBEDAAN KONFLIK ORGANISASI ANTARA PRNGEMUDI TRUK TETAP DENGAN PENGEMUDI TRUK TIDAK TETAP PAD UP. LANGGENG MALANG.
86. PENGARUH SIKAP WANITA PEDESAAN TERHADAP IKLAN TELEVISI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU PEMBELIAN DI DESA PURWOASRI SINGOSARI MALANG.
87. STUDI TENTANG HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PERKAWINAN DINI DENGAN KECEMASAN TERHADAP MASA DEPAN ANAK DI DESA BLIMBING KECAMATAN PACITAN KABUPATEN LAMONGAN.
88. PENGARUH TEMPERAMEN TERHADAP PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN PROTES MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG.
89. PENGARUH PERSEPSI LINGKUNGAN KERJA DAN STRESS KARYAWAN TERHADAP AGRESIVITAS KARYAWAN PADA PO. AKAS II PROBOLINGGO.
90. HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DENGAN PERFORMANSI KERJA PADA KARYAWAN/KARYAWATI BAGIAN PRODUKSI PT. MITRA SETIA EKSINDO MALANG.
91. PENGARUH KONFLIK ANTARA ORANG TUA DENGAN REMAJA TERHADAP PENERIMAAN NILAI-NILAI TEMAN SEBAYA DI SEKOLAH MENENGAH PEKERJAAN SOSIAL NEGERI DI MALANG.
92. PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEIKATAN KARYAWAN KEPADA PERUSAHAAN PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PERUSAHAAN ROKOK CV. SUMBER SARI MALANG JAWA TIMUR.
93. PERBEDAAN STRESS ANTARA WANITA BEKERJA YANG SUDAH BERKELUARGA DENGAN WANITA BEKERJA YANG BELUM BERKELUARGA PADA PT. TLOGO WAS ENGINERING PLASTIC INDUSTRY.
94. PENGARUH PERSEPSI TENTANG CARA PEMBELIAN BARANG KREDIT TERHADAP KEPUASAN MEMBELI PADA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN KARANG GENENG KABUPATEN LAMONGAN.
95. PENGARUH KONFLIK KERJA TERHADAP KECEMASAN KERJA PADA KARYAWAN PRODUKSI BAGIAN BUNGKUS PT. SIANTAR TOP SIDOARJO.
96. KORELASI ANTARA RASA MEMILIKI DAN KEPUASAN KERJA PADA PERUSAHAAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN CV. SUKET TEH DI MALANG.
97. PENGARUH PERSEPSI TENTANG PROMOSI DEMO DAN KELOMPOK SOSIAL SEBAGAI PREFERENCE GROUP TERHADAP MOTIVASI MEMBELI PADA IBU-IBU DI PERUMAHAN TAMAN BUAH-BUAHAN MALANG.
98. PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUAN ANAK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI REMAJA.
99. HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG UPAH DAN MOTIVASI KERJA DENGAN AKTUALISASI DIRI KARYAWAN DI PERUSAHAAN PENGOLAHAN DAN PENGGERGAJIAN KAYU ”SUMBER REJEKI” TRAWAS MOJOKERTO.
100. PENGARUH JOB STRESS TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN KARTIKA WIJAYA HOTEL BATU MALANG.
101. PENGARUH PERSEPSI KEBISINGAN TERHADAP AGRESIFITAS REMAJA DI KELURAHAN ARJOSARI MALANG.
102. HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA WANITA KARIR DENGAN SIKAP TERHADAP KERJA PADA KARYAWATI BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG KALIASIN DI SURABAYA.
103. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN TENTANG IKLIM ORGANISASI DENGAN MOTIF BERPRESTASI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN DAERAH TINGKAT II GRESIK.
104. PENGARUH PERAN PADA ANAK TERHADAP KEMANDIRIAN REMAJA DI SMU MUHAMMADIYAH PONOROGO.
105. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN TENTANG KONFLIK KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PADA STAF PENGAJAR (DOSEN) FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN.
106. PENGARUH PEER GROUP SEBAGAI REFERENCE TERHADAP MINAT AGAMA PADA REMAJA DI RW 08 KELURAHAN LAWANG KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG.
107. PENGARUH HUBUNGAN INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK TERHADAP PERILAKU PROPOSIAL REMAJA DI SMU NEGEI I SEDAYU KABUPATEN GRESIK.
108. HUBUNGAN ANTARA STRESS DAN FRUSTASI DENGAN AGRESIFITAS REMAJA DI DAERAH PADAT.
109. STUDI PENGARUH STRATEGIS SELEKSI KARYAWAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN INDUSTRI KERETA API (INKA) DI KOTA MADIUN.
110. PENGARUH PEMERKAYAAN PEKERJAAN TERHADAP STRESS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DAN STAF CV. SEJAHTERA INDOFOOD SURABAYA.
111. PENGARUH KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PEGAWAI DI KANTOR PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II MALANG.
112. PENGARUH MINAT NONTON TELEVISI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI MIN MALANG I.
113. PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP JOB STRESS PADA KARYAWAN PT. PETANI (PERSERO) SURABAYA.
114. PENGARUH KELOMPOK TEMAN DAN KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU DELIKUENSI REMAJ DI SMU MUHAMMADIYAH MATARAM.
115. PERBEDAAN JOB PERFORMANCE DITINJAU DARI PERILAKU COPING KARYAWAN PADA PERAWATAN RSU LAVALETTE DI MALANG.
116. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN TENTANG JAMINAN KESEJAHTERAAN TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. EASTERNATEX PANDAAN PASURUAN.
117. PENGARUH PERSEPSI PENGAWASAN TERHADAP KEDISIPLINAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. PANCAMITRA ICHIGO MALANG.
118. PERBEDAAN PERILAKU SOSIAL DITINJAU DARI KEUTUHAN KELUARGA PARA REMAJA DI SMU NEGERI I PRAYA LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT.
119. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN COPING BEHAVIAR PADA JOB STRESS KARYAWAN DIVISI PRODUKSI, TEKNIK, LOGISTIK DAN PEMASARAN PT. KERTAS LECES (PERSERO) PROBOLINGGO.
120. PENGARUH PEER GROUP SEBAGAI GROUP REFRENCE TERHADAP AGRESIFITAS REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 KERTOSONO NGANJUK.
121. PERBEDAAN MINAT PEMBELI PADA TOKO YANG MEMBERIKAN KUPON BERHADIAH DARI IBU YANG TIDAK BEKERJA DAN IBU YANG BEKERJA DI YOGYAKARTA.
122. EFEKTIVITAS MODIFIKASI PERILAKU KOGNITIF UNTUK MNGURANGI KECEMASAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI.
123. HUBUNGAN ANTARA MOTIF SOSIAL DENGAN MINAT TERHADAP BIDANG PEKERJAAN PADA SISWA KELAS II SMU NEGERI I SRAGEN.
124. MINAT PEMBELI SELANA JEANS MERK DAN KEPERCAYAAN DIRI PARA REMAJA.
125. HUBUNGAN LAMA BERPACARAN DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN.
126. HUBUNGAN ANTARA MINAT BELI DENGAN PERCIVED QUALITY PRODUK PADA TEMPAT PERBELANJAAN DI FACTORY OUTLET.
127. KESEJAHTERAAN KEJIWAAN DAN PERILAKU ASERTIF TERHADAP SUAMI PADA WANITA YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA.
128. HUBUNGAN AFILIASI TERHADAP KELOMPOK DENGAN SIKAP KONSUMTIF PADA REMAJA.
129. STUDI TENTANG HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PADA GURU DAN PEGAWAI ADMINISTRASI.
130. HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN YANG SUDAH KAWIN DAN YANG BELUM KAWIN PADA KARYAWAN ”WEAVER COPS WLINDER” DAN “COPS POCKER” DI PT. INTRITEK PASURUAN.
131. HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR POADA SISWA SISWI KELAS I SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 1990/1991.
132. PERANAN HARGA DIRI, INTELEGENSI DAN JENIS KELAMIN TERHADAP PERILAKU ASERTIF PADA REMAJA.
133. HUBUNGAN MOTIF BERPRESTASI DENGAN RASIONALITAS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELI MAJALAH KELUARGA.
134. HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN PERKEMBANGAN PENALARAN MODAL PADA REMAJA.
135. HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU HETEROSEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA.
136. PERBEDAAN PERSEPSI TERHADAP PERILAKU PRANIKAH REMAJA YANG BERPACARAN ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN DI PANTAI PARANGTRIITIS YOGYAKARTA.
137. PENGARUH KEPEMIMPINAN DEMOKRASI DAN BIMBINGAN ORANG TUA DALAM KELUARGA TERHADAP PROSES KEDEWASAAN ANAK DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH I SLEMAN.
138. PERBEDAAN KEHARMONISAN KELUARGA ANTARA WANITA YANG KAWIN USIA REMAJA DENGAN WANITA YANG KAWIN USIA DEWASA DI DESA BARANG KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK.
139. PERBEDAAN STRATEGI MENGHADAPI STRESS GURU DITINJAU DARI TINGKAT SOSIAL EKONOMI.
140. KESEJAHTERAAN KEJIWAAN DAN PERILAKU ASERTIF TERHADAP SUAMI PADA WANITA JAWA YANG BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA.
141. HUBUNGAN ANTARA CITRA RAGA DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN INTENSI BEDAH PLASTIK ESTETIS PADA WANITA.
142. HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PEGAWAI BIRO UMUM SETJEN DEPARTEMEN HAM DAN HUKUM JAKARTA.
143. HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN TINGKAT KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN.
144. KEPERCAYAAN DIRI DAN BURN OUT PADA PERAWATAN
145. HUBUNGAN CITRA DIRI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA PUTRI.
146. KECERDASAN EMOSI IBU DAN PERILAKU PELANGGARAN NORMA KEDISIPLINAN SEKOLAH PADA REMAJA.
147. KONSEP DIRI MANTAN JUGUN IANFU
148. NILAI INTERAKSI PERSONAL DAN KEPUTUSAN MEMBELI.
149. HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN AGRESIFITAS PADA SUPORTER SEPAK BOLA SLEMANIA.
150. STUDI EKSPLORATIF TENTANG KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU JAWA BARAT.
151. SIKAP ORANG TUA TERHADAP ANAK RETARDASI MENTAL DITINJAU DARI HARGA DIRI ORANG TUA.
152. PERBEDAAN KETAKUTAN UNTUK SUKSES ANTARA WANITA KARIR ETNIS JAWA DAN WANITA KARIR ETNIS CINA.
153. SIKAP REMAJA TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN.
154. SEMANGAT KERJA KARYAWAN DITINJAU DARI PARTISIPASI PEMGAMBILAN KEPUTUSAN.
155. HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KECERDASAN PADA PENYANDANG DIABETE MELITUS.
156. DISIPLIN BERLALU LINTAS PADA REMAJA PENGENDARA MOTOR DITINJAU DARI MOTIVASI KESELAMATAN DIRI DAN JENIS KELAMIN.
157. TINGKAT BURN OUT PADA PERAWAT JIWA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DAN COPING STRESS.
158. ASPIRASI PENDIDIKAN DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP IKLIM KELAS PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
159. PERBEDAAN KRISIS IDENTITAS PADA REMAJA ANTARA PENGHUNI LAMA DAN PENGHUNI BARU PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG.
160. PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD ANTARA SISWA YANG IKUT MENTAL ARITMATIKA DAN SISWA YANG TIDAK IKUT MENTAL ARITMATIKA
161. SIKAP TERHADAP KEKERASAN DALAM PACARAN DITINJAU DARI KEMANDIRIAN WANITA.
162. KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DITINJAU DARI PENYESUAIAN DIRI ANTARA SUAMI DAN ISTRI.
163. KEMATANGAN EMOSI DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA AKHIR DARI ORANG TUA YANG BERCERAI.
164. HUBUNGAN ANTARA SELF AFFICACIS DENGAN PROBLEM FOCUS COPING DALAM PROSES PENYUSUNAN SKRIPSI.
165. MOTIF KONSUMTIF TERHADAP KOSMETIKA BERMERK DITINJAU DARI HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI.
166. PENYESUAIAN DIRI ISTRI DALAM PERKAWINAN DITINJAU DARI KEMATANGAN EMOSI.
167. KREATIVITAS FIDURAL ANAK DITINJAU DARI PERSEPSI IBU TENTANG KEGIATAN BERMAIN ANAK.
168. EMOTION FOCUSED COPING DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PERAWAT DAN PASIEN RAWAT INAP.
169. SIKAP TERHADAP PERTUMBUHAN TANDA-TANDA SEKSUAL SEKUNDER REMAJA DITINJAU DARI DITINJAU DARI KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK.
170. DEPRESI PADA CALON IMAM DITINJAU DARI KONFLIK HUGUNGAN INTERPERSONAL.
171. KADAR PENCARIAN INFORMASI TERHADAP PRODUK MOTOR DITINJAU DARI KELAS SOSIAL KONSUMEN.
172. KEMANDIRIAN DITINJAU DARI PERSEPSI PENERIMAAN TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK.
173. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTRAVERT DENGAN PENAMPILAN KERJA SALESMAN.
174. SIKAP KEPEMIMPINAN DITINJAU DARI PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA SMU.
175. SIKAP ASERTIF REMAJA PUTRI TERHADAP LAWAN JENIS DITINJAU DARI SEKOLAH YANG BERLANDASKAN KEAGAMAAN DAN SEKOLAH UMUM.
176. INTENSI REMAJA MELAKUKAN PERUSAKAN FASILITAS UMUM DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA.
177. PENGARUH KESESAKAN DI KELAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR.
178. PENYESUAIAN REMAJA ETNIS CHINA DAN JAWA DITINJAU DARI KEMATANGAN EMOSI.
179. PENILAIAN KERJA DITINJAU DARI PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP KETEPATAN PENEMPATAN KERJA.
180. KEMAMPUAN BEREMPATI PADA PERAWAT DITINJAU DARI KEPRIBADIAN TIPE A.
181. KEPUASAN PROMOSI JABATAN DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI.
182. SIKAP HETEROSEKSUAL REMAJA DITINJAU DARI SIKAP TERHADAP SEKOLAH HOMOGEN DAN TEMPAT TINGGAL.
183. PERBEDAAN STRESS PADA ANGGOTA LEMBAGA SENI PERNAPASAN NUSANTARA TINGKAT PRADASAR YOGYAKARTA.
184. KEMAMPUAN BERAFILAASI REMAJA ETNIS CHINA DAN REMAJA ETNIS JAWA.
185. HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP ISTRI DENGAN KESTABILAN EMOSI ISTRI PADA MASA KEHAMILAN.
186. FENOMENA TERJADINYA KENAKALAN REMAJA DI KELURAHAN MAGERSARI MAGELANG.
187. INDIKATOR KEBERHASILAN DALAM MENGAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL.
188. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP KEALOKRASIAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN SEMANGAT KERJA.
189. KECEMASAN ISTRI AKAN KEHADIRAN ORANG KETIGA DITINJAU DARI USIA PERKAWINAN DAN STATUS KERJA ISTRI.
190. INTENSITAS KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI DITINJAU DARI STATUS KERJA ISTRI.
191. HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DALAM KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PADA REMAJA.
192. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI REMAJA TERHADAP PENERAPAN DISIPLIN ORANG TUA DENGAN KONTROL DIRI.
193. SIKAP IBU TERHADAP ANAK AUTIS DITINJAU DARI HARGA DIRI DAN TINGKAT PENDIDIKAN.
194. PERBEDAAN HARGA DIRIPADA REMAJA LAKI-LAKI PENGENDARA MOTOR ANTARA YANG KEBUT-KEBUTAN DAN YANG TIDAK KEBUT-KEBUTAN.
195. DISIPLIN DIRI MENGGUNAKAN SISTEM KALENDER DITINJAU DARI MOTIVASI MENGATUR KEHAMILAN.
196. SIKAP PENYALAHGUNAAN OBAT PADA REMAJA PRIA DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI.
197. KESTABILAN EMOSI DITINJAU DARI PERSEPSI ISTRI TERHADAP FIGUR SUAMI SEBAGAI PELAUT DI PT. JAKARTA LEOYD SEMARANG.
198. KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF DITINJAU DARI MINAT TERHADAP MUSIK ROCK PADA REMAJA PRIA.
199. PENAMPILAN KERJA DITINJAU DARI PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP IKLIM ORGANISASI.
200. KESIAPAN PADA PENDERITA PASKA STROKE BERAT DITINJAU DARI PENERIMAAN DIRI DAN JENIS KELAMIN.
201. PERBEDAAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH ANTARA REMAJA YANG TINGGAL DIDESA DENGAN REMAJA ANG TINGGAL DIKOTA.
202. KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA DITINJAU DARI RELASI ORANG TUA DAN ANAK.
203. PEMBARUAN DITINJAU DARI ETNIS DAN TAHAP PERKEMBANGAN.
204. SIKAP TERHADAP ABORSI PADA REMAJA PUTRI DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP NILAI ANAK.
205. KEPATUHAN MENJAGA KESEHATAN PADA WANITA HAMIL DITINJAU DARI PERSEPSI MENGENAI GANGGUAN KEHAMILAN DAN KEPUASAN KOMUNIKASI DENGAN TENAGA KESEHATAN.
206. DISIPLIN MENGGUNAKAN SABUK PENGAMAN DITINJAU DARI MOTIVASI KESELAMATAN DIRI PADA REMAJA.
207. HUBUNGAN KECEMASAN AKAN TINDAKAN KEJAHATAN KEKERASAN DENGAN MINAT MEMBELI PRODUK PINTU JENIS FOLDING DOOR BERBAHAN DASAR BESI PADA ETNIS CHINA.
208. PERBEDAAN MINAT KERJA PARA PERAWAT BERKEPRIBADIAN TIPE A DAN TIPE B.
209. PERILAKU PROFESIONAL PERAWAT DITINJAU DARI MOTIVASI MENJADI PERAWAT.
210. KECERDASAN EMOSIONAL ANAK DITINJAU DARI DEPRESI IBU.
211. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PROFESI PERAWAT DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING.
212. PERSEPSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK.
213. STRESS PADA WANITA KARIER DENGAN KEHAMILAN ANAK KE III DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP KELUARGA BERENCANA.
214. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN PRIA TERHADAP KUALITAS KEPEMIMPINAN WANITA DENGAN MOTIVASI KERJA.
215. PERBEDAAN HARGA DIRI REMAJA DITINJAU DARI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN JENIS KELAMIN.
216. INSOMNIA DITINJAU DARI PERSEPSI PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI PONDOK.
217. MINAT MENJADI PEMIMPIN DITINJAU DARI IDENTIFIKASI TERHADAP TOKOH ORGANISASI DAN JENIS KELAMIN.
218. SEMANGAT KERJA DITINJAU DARI PELECEHAN SEKSUAL PADA PERAWAT.
219. KONFLIK PERAN GANDA IBU BEKERJA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI DAN ASERTIVITAS.
220. KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF DITINJAU DARI MINAT TERHADAP MUSIK ROCK PADA REMAJA PRIA.
221. AKTUALISASI DIRI MAHASISWA DITINJAU DARI STATUS TEMPAT TINGGAL .
222. PRASANGKA ETNIS JAWA TERHADAP ETNIS CHINA DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN.
223. PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA TUNA RUNGU.
224. SIKAP KARYAWAN TERHADAP KEPEMIMPINAN TRANSPORMASIONAL ATASAN DITINJAU DARI EFEKTIFITAS KOMUNIKASI VERTIKAL.
225. PERILAKU KEBERSIHAN LINGKUNGAN MENURUT TEORI KEPRIBADIAN KURT LEWIN DITINJAU DARI LINGKUNGAN PEMUKIMAN.
226. MOTIVASI KESEMBUHAN PADA REMAJA PENYALAH GUNA ZAT DITINJAU DARI INTERNAL LOCUS OF CONTROL DAN DUKUNGAN SOSIAL.
227. HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN KECANDUAN INTERNET.
228. STRES ANAK DITINJAU DARI SIKAP ANAK TERHADAP KEGIATAN TAMBAHAN DI LUAR SEKOLAH.
229. MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI PADA ATLET MENEMBAK.
230. KEMANDIRIAN REMAJA DITINJAU DARI KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA ORANG TUA.
231. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PENERIMAAN ORANG TUA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA CACAT FISIK.
232. SIKAP TERHADAP HAK-HAK KONSUMEN DITINJAU DARI HARGA.
233. PERBEDAAN MINAT MEMBELI PRODUK PEMBERSIYH WAJAH PADA REMAJA PUTRI DITINJAU DARI BENTUK KEMASAN SEDERHANA DAN RUMIT.
234. KEPUASAN KERJA AWAK KAPAL NIAGA PT. PUPUK SRI WIDJAYA DITINJAU DARI KONDISI SOSIAL PSIKOLOGIS DI LINGKUNGAN KERJA DAN KEPANGAKATAN.
235. KOMPETENSI INTERPERSONAL SISWA PERAWAT DITINJAU DARI INTENSITAS EMPATI DAN JENIS KELAMIN.
236. KUALITAS HUBUNGAN PEREMPUAN DENGAN PASANGAN DITINJAU DARI INTENSI HUBUNGAN DENGAN AYAH.
237. PRODUKTIFITAS KERJA DITINJAU DARI SIKAP TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL PIMPINAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL.
238. KEPUASAN KERJA ABDI DALEM DALAM KERATON KASUNANAN SURAKARTA DITINJAU DARI MOTIVASI KEPANGKATAN DAN LAMANYA BEKERJA.
239. KECENDERUNGAN PERILAKU KONSUMTIF REMAJA TERHADAP JUNK FOOD DITINJAU DARI HARGA DIRI.
240. IDE BUNUH DIRI REMAJA SMU DI WONOSARI YOGYAKARTA DITINJAU DARI DEPRESI DAN TINGKAT RELIGIUSITAS.
241. PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI DI DESA, DI KOTA DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA.
242. KORELASI ANTARA NEED FOR COUNTERACTION DENGAN CINDERELLA COMPLEX PADA WANITA KARIER YANG MENIKAH.
243. SIKAP TERHADAP RETARDASI MENTAL DITINJAU DARI KONSEP DIRI.
244. MOTIF-MOTIF PERSAHABATAN HETEROSEKSUAL PADA PRIA DAN WANITA DI LINGKUNGAN KERJA.
245. KOMITMEN ORGANISASI DITINJAU DARI KEPUASAN KERJA TERHADAP KESEMPATAN MENGEMBANGKAN KARIER PADA REMAJA EDUKATIF UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIPRANOTO SEMARANG.
246. PERSEPSI TERHADAP PERKAWINAN DITINJAU DARI TINGKATAN HOMOSEKSUALITAS PADA KAUM HOMOSEKSUAL.
247. KESEPIAN PARA ISTRI ANGGOTA TNI BILA BERPISAH DENGAN SUAMI DITINJAU DARI INTENSITAS KOMUNIKASI DAN CITRA DIRI.
248. HUBUNGAN KEMAMPUAN BEREMPATI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PERAWAT DENGAN PASIEN.
249. PERILAKU MINUM MINUMAN KERAS PADA REMAJA DITINJAU DARI KEHARMONISAN KELUARGA DAN KEPERCAYAAN DIRI.
250. PERILAKU AGRESIF DITINJAU DARI KONFORMITAS PADA REMAJA.
251. HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMANDIRIAN PERENCANAAN KARIER PADA SISWI KELAS III SMU.
252. HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN PERSEPSI TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA WANITA LANJUT USIA.
253. PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA AKHIR DITINJAU DARI SIKAP TERHADAP KESEHATAN DAN PERSEPSI TERHADAP PERILAKU MEROKOK.
254. HUBUNGAN ANTARA REGIDITAS DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANJUT USIA DI PANTI WREDA SEMARANG.
255. DISIPLIN KERJA DITINJAU DARI KOMITMEN ORGANISASI.
256. MOTIVASI BERPRESTASI PADA REMAJA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP HARAPAN ORANG TUA AKAN PRESTASI DAN KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK.
257. HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI.
258. HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PROKASITINASI AKADEMIK MAHASISWA.
259. HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN LOCUS OF CONTROL DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA PRIA.
260. KETAKUTAN AKAN SUKSES PADA WANITA KARIER DITINJAU DARI PERAN JENIS.
261. HUBUNGAN INTENSI PROSOSIAL DENGAN TINGKAT HARGA DIRI PADA SISWA DAN SISWI SMU NEGERI I MAOSPATI MAGETAN JAWA TIMUR.
262. KEPUASAN KERJA TENAGA EDUKATIF TETAP UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIPRANOTO SEMARANG DITINJAU DARI PEMENUHAN HAK-HAK DAN JENIS KELAMIN.
263. TASA AMAN DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA.
264. SIKAP REMAJA TERHADAP PENYALAH GUNAAN OBAT DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI.
265. DISIPLIN KERJA ANGGOTA POLISI BAGIAN OPERASIOANL DI JAJARAN POLRES BANYUMAS DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL INTERNAL.
266. KETIDAKBERDAYAAN PSIKIS PADA PENDERITA GAGAL GINJAL DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL.
267. STRES KERJA PADA PERAWAT DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP KARAKTERISTIK PEKERJAAN.
268. KEMANDIRIAN PADA REMAJA PUTRI DITINJAU DARI KECEMASAN.
269. KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA WANITA LANSIA DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL.
270. PENYESUAIAN DIRI YANG TERHAMBAT PADA REMAJA AWAL PANTI ASUHAN SISTEM COTTA BE (STUDI KASUS DI PANTI ASUHAN ”SOS” DESA TARUNA SEMARANG.
271. PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DITINJAU DARI DIKAP ORANG TUA TERHADAP SEKS.
272. KEPERCAYAAN DIRI DAN POLA ASUH OTORITER SEBAGAI TOLERANSI FRUSTASI PADA REMAJA.
273. STUDI KORELASI KEMATANGAN EMOSI DAN TAHAP PERKEMBANGAN MORALITAS PADA REMAJA.
274. PRESTASI KERJA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT.
275. PERSEPSI TERHADAP WANITA KARIER DITINJAU DARI HARGA DIRI PRIA.
276. PENYALAH GUNAAN ZAT PADA REMAJA DITINJAU DARI SIKAP TERHADAP KESEHATAN.
277. MOTIVASI KESEMBUHAN PADA PASIEN PENDERITA KANKER DI TINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT RELIGIUSITAS.
278. PERILAKU HOMOSEK DITINJAU DARI PERSEPSI POLA INTERAKSI ORANG TUA ANAK DAN DUKUNGAN SOSIAL PADA KELOMPOK HOMOSEKSUAL DI YOGYAKARTA.
279. MOTIF BERPRESTASI PADA PENDERITA KANKER DITINJAU DARI PENERIMAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL.
280. STRES KERJA PADA GURU DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI.
281. KEPATUHAN DIET PENYANDANG DIABETES MELITUS DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL DAN LOCUS KONTROL INTERNAL.
282. HOMOSEKSUALITAS DITINJAU DARI INTERAKSI LAWAN JENIS.
283. PERILAKU PROSOSIAL REMAJA YANG BERTEMPAT TINGGAL DI RUMAH SUSUN DITINJAU DARI TARAF KESESAKAN DAN JENIS KELAMIN.
284. EMOTION FOCUSED COPING STRATEGY TERHADAP INFUS PADA REMAJA DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL.
285. HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PORNOGRAFI DENGAN PERMISIVITAS TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH.
286. HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA PENDERITA CACAT FISIK.
287. KEPUASAN HIDUP PADA ORANG LANJUT USIA DITINJAU DARI PERILAKU KESEHATAN.
288. HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN DISIPLIN BERLALU LINTAS PADA MAHASISWA.
289. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KESEPIAN PADA REMAJA.
290. KEPUASAN KONSUMEN DITINJAU DARI NILAI PRODUK TELEVISI MULTI SISTEM ”SONY”
291. KEIKATAN KERJA KARYAWAN DITINJAU DARI BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA.
292. HUBUNGAN ANTARA CITRA DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA.
293. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP OTONOMI DENGAN PROKRASTINASI KERJA.
294. HUBUNGAN ANTARA KONTRAK PSIKOLOGIS DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA PEKERJA PARUH WAKTU.
295. PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN DAN CITRA PERUSAHAAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PENGGUNA JASA TELEKOMUNIKASI SELULER DI YOGYAKARTA.
296. STUDI KUANTITATIF DAN KUALITATIF PENYESUAIAN SOSIAL PADA WARIA DITINJAU DARI PENERIMAAN DIRI.